![]() |
| Ilustrasi Menara Kayangan (bukan desain yang sebenarnya) |
Kalimantan adalah pulau yang kaya potensi wisata, tetapi sayang masih banyak orang yang mengenalnya hanya sebatas “hutan” dan “orang utan”-nya. Meskipun mall-mall telah menjamur di sana, yang dikenal orang masih saja tentang kesan kurang modern, hutan, dan kebakaran tahunan. Kita perlu memperbaiki citra ini dan mengemas hutan di Kalimantan dengan lebih baik. Hutan yang tak sekadar hutan, tetapi hutan fantasi. Hutan yang fantastis karena di dalamnya terdapat menara yang spektakuler, yaitu Menara Kayangan.
Menara Kayangan ini nantinya akan bertempat di Sepaku/Muara Badak, karena keduanya berada di perbatasan Balikpapan-Samarinda, area yang paling siap di Kalimantan dan paling potensial menjangkau pasar domestik maupun mancanegara. Selain itu, letaknya yang dekat IKN sangat mendukung untuk dikunjungi masyarakat sekitar dan pekerja IKN, pejabat, serta tamu negara, terutama sebagai sarana hiburan atau relaksasi. Ia akan ditempatkan di tempat strategis dan menghadap ke alam terbuka, seperti pegunungan, sungai, atau hutan, sehingga semakin menunjang majunya wisata alam. Dengan cara ini, menara tak hanya akan menjangkau negara-negara tetangga tetapi juga negara jauh yang pernah berkunjung ke Indonesia.
Baca artikel pemikiranku lainnya di sini:
Optimalisasi VCO Indonesia: strategi inovasi terpadu 70/20/10 berbasis daya saing global
Konflik Manusia dan Harimau Terus Terjadi, Harimau Harus Berubah
Baca seluruh artikel pemikiranku di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/search/label/pemikiranku
Baca artikel pembangunanku lainnya di sini:
Etalase kemewahan: negara dalam pajangan, rakyat dalam angan (satire)
Baca seluruh artikel pembangunanku di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/search/label/pembangunan
Baca artikel blog lengkapku di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/
Selain pemilihan lokasi, menara juga didesain sedemikian rupa agar tampak lebih menonjol dari sekitarnya, misalnya dengan lanskap berundak dan tinggi menara yang dibuat melampaui obyek-obyek di dekatnya, maupun dengan desain cahaya yang luar biasa. Gerakannya yang seperti aura atau nyala api lembut, dengan bentuk yang bisa diatur menurut waktu, seperti bentuk spiral atau berkilauan bak bintang jatuh, semakin memudahkan cahaya ini dalam mengalahkan polusi-polusi cahaya di sekitarnya.
Efek yang mengesankan menara “hidup” tersebut bisa kita capai melalui:
· Pemilihan lampu LED RGB:
Memudahkan kita mengubah warna dan intensitas cahaya menara, mendukung perubahan bentuk cahaya yang dinamis, dan mampu menciptakan efek aurora atau kilauan lembut, bintang jatuh, atau bentuk spiral yang berubah-ubah, sesuai perubahan waktu atau acara. Ia dapat difokuskan pada area tertentu untuk mengurangi polusi cahaya pada ekosistem sekitar.
· Teknologi Pencahayaan Canggih:
Sinkronkan antara sistem pencahayaan otomatis dengan sensor cuaca, angin, atau gerakan untuk menciptakan efek yang dinamis dan misterius, misalnya cahaya bisa memanjang atau berputar mengikuti gerakan angin saat angin kencang berembus.
· Proyeksi Dinamis:
Gunakan proyektor yang dapat menampilkan gambar 3D atau pola bergerak di sekitar menara untuk meningkatkan efek dramatis dan magisnya, seperti bintang yang melesat, galaksi yang berputar, atau silhouette bidadari yang terbang mengelilingi menara. Efek ini dapat mempertajam visual cahaya serta bisa disinkronkan dengan waktu atau acara tertentu, sehingga akan semakin memukau penonton.
· Cahaya yang Terpadu dengan Alam:
Penggunaan sensor dan teknologi terarah, misalnya lampu sorot terarah, membantu memfokuskan cahaya hanya pada bagian yang diinginkan, sehingga tidak mengganggu hewan atau lingkungan sekitar.
![]() |
| Ilustrasi Menara Kayangan (contoh 2, bukan desain yang sebenarnya) |
Secara umum, bagian-bagian menara dapat diamati pada tabel berikut:
Jadi, untuk memajukan potensi wisata di Kalimantan, kita bisa membangun Menara Kayangan ini, dengan desain seperti di atas.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.