![]() |
| Cewek kode-kodean ke cowok (flirting) |
Penasaran ya kenapa kamu sering denger cowok ngatain cewek suka kode-kodean?
Penjelasanku ini mungkin bakal di luar bayanganmu.
Di dunia, orang dengan MBTI S (Sensing) lebih banyak daripada MBTI N (Intuiting).
Sekitar 70-75% dari populasi global (terutama di budaya barat dan Asia) → Sensing (S)
Sekitar 25-30% → Intuiting (N)
Persentasenya bisa beda-beda tergantung budaya, profesi, gender, tapi pola umumnya tetap sama:
Sensing (S) > N (Intuiting)
Selain di dunia memang banyak S-nya, cowok sendiri juga lebih banyak S-nya daripada cewek.
Hal itu karena kombinasi antara preferensi kepribadian, pola sosial, dan cara komunikasi yang diasah sejak kecil.
Perbandingan Cowok S dan Cewek S:
Sekitar 75% cowok → S
Sekitar 65% cewek → S
Jadi, pada kedua gender lebih banyak S-nya.
Beda S dan N:
Sensing (S):
- Fokus: fakta, detail, pengalaman nyata
- Cara belajar: langsung, konkret, berdasarkan data
- Gaya komunikasi: to the point, step by step
- Contoh: “Buktinya apa?”
Intuiting (N):
- Fokus: pola, mana, kemungkinan
- Cara belajar: abstrak, metafora, asosiasi bebas
- Gaya komunikasi: ide lompat-lompat, sering pakai analogi, perumpamaan, kiasan.
- Contoh: “Gambaran besarnya apa?”
Kenapa cowok sering minta komunikasi yang jelas/lugas, nggak implisit/kode-kodean:
1. Cara kerja MBTI Sensing (S), suka:
- Hal konkrit, langsung, eksplisit
- Informasi yang bisa dicek, dilihat, dirasakan
- Kurang nyaman dengan "kode", "perasaan implisit", atau "subteks"
Otaknya gak diprogram buat baca makna tersembunyi
2. Pengaruh Sosial & Budaya Gender
Di banyak budaya:
- Cowok diajarin untuk langsung, efisien, problem-solving
- Cewek diajarin untuk peka, membaca situasi, “halus” secara sosial
Hasilnya:
- Cewek lebih terbiasa baca “nuansa”
- Cowok lebih terbiasa tanggapi “teks, bukan konteks”
Bukan soal “cewek implisit, cowok to the point” secara biologis, tapi “dibiasakan sejak kecil.”
3. Otak cowok bukan tidak bisa membaca makna, tapi fokusnya beda
Beberapa studi neurologi menunjukkan:
- Otak cowok cenderung lebih fokus dan terarah
- Otak cewek lebih terdistribusi dan relasional
Makanya:
- Cowok bisa lebih jago deep focus (misalnya di tugas teknis)
- Cewek lebih cepat tangkap konteks sosial (termasuk “perasaan yang gak dikatakan”)
Tapi ini “gak hitam-putih”. Banyak cowok juga intuitif banget. Sebaliknya, banyak cewek juga to the point banget.
Baca artikel pemikiranku lainnya di sini:
Konflik Manusia dan Harimau Terus Terjadi, Harimau Harus Berubah
Inikah Versi Keren bagi Kaum Adam?
Baca seluruh artikel pemikiranku di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/search/label/pemikiranku
Baca artikel asmaraku lainnya di sini:
Review buku "Just Send the Text"
Baca seluruh artikel asmaraku di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/search/label/asmara
Baca artikel blog lengkapku di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/
Aku sendiri juga ga suka kalo cowok nganggep cewek pinter baca kode cowok.
Cewek bukan dukun, mereka juga ga bisa baca kode, atau tidak selalu tepat.
Jadi, kesimpulannya, cowok yang suka teriak2/ngeluh cewek suka kode-kodean, kemungkinan besar adalah cowok Sensing (S) yang mengeluhkan pacarnya/mantannya (cewek) yang MBTI-nya Intuiting (N).
Sedangkan cowok yang teriak-teriak di medsos sehingga menjadi viral, kemungkinan mengandung E (ekstrovert), sehingga dia mungkin MBTI ES (Ekstrovert Sensing).
Artinya, gak semua cowok gitu.
Tapi karena yang suka teriak itu cowok yang ngeluh gitu (cowok yang kemungkinan ES tadi), jadi kayak viral di medsos. Padahal, itu emang kelompok S sendiri, yang keluhannya diviralkan oleh ES.
Orang E itu energinya ke luar, ekspresif, spontan, dan suka interaksi sosial.
Mereka suka respons cepat, komentar, dan debat.
Kalau dikombinasikan dengan S (jadi ES), mereka akan ngomong blak-blakan, gak suka basa-basi. Tegas dan ekspresif.
Jadi, cowok ES (Ekstrovert Sensing) cenderung:
- Lebih ekspresif
- Sering ngomong panjang, dan
- Terbuka soal apa yang mereka pikirkan
Dan karena manusia itu kebanyakan MBTI-nya S dan pada masing-masing gender S itu juga lebih banyak, maka peluang S muncul emang lebih besar.
Ditambah dengan faktor2 lain tadi (pola asuh & budaya), akhirnya kayak semua cowok gitu.
Padahal, cowok N (Intuiting) juga ada, dan mereka biasanya lebih nyaman dengan implisit, metafora, perumpamaan, kiasan, dan subteks. (dan mungkin juga lebih bisa baca kode)
Kuncinya, nggak usah ngeluh, nggak usah ngeladeni cowok yang teriak-teriak kayak gitu, cukup:
- Menyesuaikan diri dengan pasanganmu/komunikasikan dengan baik, atau
- Cari yang emang cocok denganmu
Cowok yang teriak-teriak ngeluh di medsos kayak gitu belum dewasa.
Bukannya ngomong langsung ke pasangannya untuk cari solusi langsung eh malah ngrasani di medsos, trus nyari sesama cowok buat ngrasani bareng2, jelek2in cewek.
Nyatanya, cewek pun sering ketemu cowok yang suka ngomong kode-kodean atau menafsirkan implisit-implisit.
Cewek sudah bilang apa adanya/lugas eh dicari-cari arti di baliknya.
Jadi, kekesalan tersebut ga cuma menimpa cowok.
Lagian ya, kode-kodean juga bisa terjadi karena salah satu pihak menganggap
pihak lain gak aman: entah takut dia marah, untuk jaga hatinya (biar ga bikin
dia minder misalnya), untuk mudahin dia tanpa bikin dia tersinggung atau malu,
atau lainnya. Gak semua tapi ya.
Apapun itu, kalau itu parah banget, ya artinya kalian gagal komunikasi → Mending cari cowok lain/pasangan lain.
Dibikin simple aja deh ya.




