Setan Jin dan Setan Manusia, Apa itu?
Pertemuan Setan Jin dan Setan Manusia
Pemahamanku berawal dari ketidaksengajaan. Dari rasa ingin tahu dan semangat belajarku aku mendalami satu bidang ke bidang lainnya. Teman kuliahku memandangku aneh, sedangkan saudaraku malah takut aku ngikut "yang aneh-aneh". Padahal, aku tahu batasan dan sangat berhati-hati. Dari mendalami dunia gaib versi agama, ruqyah, versi dukun-dukun dan cerita mistis, versi new w0rld order, versi pelaku atau korban yang tobat atau kabur/selamat, atau lainnya.
Singkat saja, ada banyak cara bagi setan jin bertemu dengan calon/setan manusia:
- Manusianya sendiri yang ingin bertemu, biasanya dengan cara:
- Ndukun (pemakai dukun yang nyari dukun sendiri karena pikirannya sedang gelap), atau
- Dia sendiri yang jadi dukunnya/pelakunya (misal: belajar otodidak ilmu yang jelas-jelas sesat).
- Setan manusia berburu calon setan manusia, misalnya:
- Menarget tokoh-tokoh/petinggi agama dan orang-orang high level (kaya, status sosial tinggi, terkenal, dll)
- Menjebak orang-orang yang rentan/bingung/dalam pencarian, misalnya:
- Lagi banyak utang ketemu "teman" yang error alias setan manusia, diajak ndukun.
- Ada pelaku p*sugihan ngajak orang untuk ngikut p*sugihan juga.
- Penganut aliran sesat/s*tanis nyari member baru.
- Memerangkap dalam jebakan industri, misalnya:
- Dia penyanyi/rapper/penari biasa (normal) tapi begitu masuk ke industri tersebut ternyata isinya error (ada/mungkin diwajibkan memakai m*ras, n*rkoba, pemujaan s*tan, tanda tangan kontrak sesat/dengan dunia hitam, melakukan/membiarkan ritual sesat di studio atau acaranya, dan berbagai kebejatan dan dosa lainnya). Di situ dia diberi pilihan (atau setidaknya seolah diberi pilihan): mau ikut error tapi "kujadiin" terkenal, atau kamu hancur dan tersingkir dari industri ini (dan mungkin juga m*ti/di-k*ll karena sudah tau/terlalu banyak tahu).
- Mengadakan event/mengundang mereka (misal: artis) ke tempat maksiat, misal d*skotik/kl*b malam. Lalu kalau ekosistemnya sudah maksiat, dia akan lebih mudah terpengaruh maksiat.
- Reward dan punishment (imbalan dan hukuman), misalnya:
- "Ikut ini aja nanti kamu bisa kaya, bisa ganti-ganti partner s*ks (pesta s*ks) terus, terkenal, dll."
- Dijebak dalam suatu event (diundang) yang ternyata itu event perekrutan "member" baru. Di dalamnya itu ada level-level/kategorisasi dosa yang masing-masingnya besar (berbagai jenis dosa besar maksudnya). Tempatnya sangat misterius, orang-orangnya dibungkam/sangat rahasia (masing-masing sangat takut), desain ruangannya sangat susah dibobol (kayak labirin yang dijaga ketat dan sulit bagi orang yang ada di sana untuk kabur), dan kalaupun bisa kabur kamu tidak bisa dipastikan akan hidup tenang atau bahkan selamat (di-k*ll).
- Berkedok kebaikan, misalnya:
- Saleh palsu atau bahkan "menyatu dengan Tuhan", contohnya tulisanku tentang vampir di sini. Si calon vampir ini aslinya ingin saleh tapi makin lama makin terjerumus ke dalam kesesatan.
- Kepandaian/kemampuan luar biasa
- Ketenangan, misalnya menembus alam lain, clairvoyance, dll.
- Kekuatan/melindungi diri atau orang lain, misal kebal b*cok/senj*ta tajam, mukul orang jarak jauh, dll.
- Kesehatan, misalnya t*naga dalam/ilmu m*tafisik/k*batinan, ritual saat pergerakan bulan, dll.
- Dan masih banyak lagi.
- Dit*mbalkan, misalnya :
- Pacar error men*mbalkan pacar wanitanya untuk diz*nai rame-rame pada rit*al pesta s*ks.
- Teman error men*mbalkan temannya untuk dia z*nai/dis*domi sebagai syarat ritual s*sat tersebut.
- Melalui alat/perantara, misalnya:
- Seorang penganut ilmu hit*m mencari korban menusukkan cincin lancip ke korbannya sehingga saat darah korban kena cincinnya, maka korban itu sudah ditandai.
- Melalui minuman khusus, r*jah, j*mat, m*ntra, mimpi, atau semacamnya.
Jadi, sebagaimana kita tahu, jin dan manusia itu beda alam, ada pembatasnya. Untuk bisa bertemu pembatasnya tadi itu harus dilonggarkan/dihilangkan dulu.
Urutannya:
Setan manusia mencari korban --> Manusia lain terperangkap --> Mereka melakukan dosa-dosa besar dulu (syirik, zina, dll) --> Setan jin muncul dan mengikat perjanjian --> Cakor (calon korban) tadi kini telah menjadi setan manusia --> Setan manusia ini melakukan kejahatan bertingkat --> Jika ingin reward yang semakin besar dan banyak maka dosa-dosanya harus semakin besar dan semakin banyak jenisnya dan massal (misal pemb*nuhan massal, merekrut sebanyak mungkin setan manusia baru, dll) --> Semakin banyak pengikutnya dan pemujanya dan dosa-dosa yang dilakukan di bumi, setan jin semakin kuat dan merekrut lebih banyak setan-setan manusia baru dan semakin banyak kerusakan dan dosa di muka bumi (semakin besar kehancurannya) --> Setan manusia yang lemah/gak powerful/udah gak berguna, kemungkinan besar akan disingkirkan (dibikin c*cat, dib*nuh, dialienasi grup setan manusia yang powerful tadi/industrinya), sedangkan setan manusia yang kuat akan dikompori dan diberi booster sehingga makin merusak di bumi.
Mereka, setan-setan manusia tadi, punya grand plan (rencana besar dan terstruktur) dan sumber daya (terutama uang dan jaringan kakap) yang juga sangat mendukungnya. Dan mereka ada di berbagai bidang: politik, kedokteran, bisnis, atau lainnya.
Bagaimana Cara Mereka Melakukan Dosa?
Ingat lagi misi iblis di dunia, dia akan membuat kerusakan sebanyak mungkin dan merekrut sebanyak mungkin setan manusia.
Makanya, walau aku percaya aslinya antara manusia dan jin itu ada "pembatasnya", tapi manusia itu sendiri yang ngerusak batas itu, dengan maksiat dan ritual-ritual lain di atas.
Untuk ketemu setan jin, mereka biasanya harus lelaku/ritual yang melecehkan Tuhan dan agama, mau disuruh-suruh yang di luar nalar, njijik'i, dll. Kan yang aslinya manusia itu dalam sejarahnya (yang diwakili Nabi Adam) lebih berakal daripada iblis, tapi mau di-jongkrok-in kayak gitu istilahnya, disuruh makan b*ngkai/minum d*rah mau, disuruh zina mau, disuruh menzinai hewan mau, dll. Sampai ya wajar akhirnya saat hamilnya janinnya jadi rusak parah/error karena dikasih makan minum macem-macem dan berbuat macem-macem yang ngerusak kehamilannya.
Istilahnya itu, melanggar rules Sang Pencipta, padahal misal kita nih ya bikin sesuatu, kan kita tau banget tentang bikinan kita itu. Tapi orang-orang tadi memilih melanggar rules, sok tau, merasa jalur cepat dan mudah, sehingga Allah mengistilahkan orang-orang tadi sebagai "melampaui batas". Kamu dikasih petunjuk biar bisa beroperasi dengan baik eh malah aneh-aneh, tuh liat hasil perbuatanmu, jadi error, kan?
Nah begitu seseorang jadi setan manusia dia akan membawa misi setan jin juga. Jadi, gak bisa enak-enakan barter satu ganti satu. Kalau kamu n*mbal, maka kamu akan terus n*mbal sampai akhirnya kamu sendiri yang jadi t*mbal. Kalau kamu mau naik tingkat atau bahkan sekadar tetep di posisimu, kamu harus minum m*ras, n*rkoba, z*na, elgebete, human tr*fficking, child traff*cking, melecehkan kitab dan nabimu, melecehkan Tuhanmu, g*nosida, dll. Itu sepaket ya. Inilah bentuk interaksi antara setan jin dan setan manusia. Mereka juga ada yang punya kategorisasi atau jabatan spesifik atau spesialisasi di organisasi ses*tnya tadi.
Di kalangan elit puncak yang konon jumlahnya cuma seuprit persen, itu berhubungan erat dengan hal-hal tadi. Ada elit puncak yang masuk kelompok rahasia dan mengendalikan kejahatan global yang sangat masif dan terorganisir, lalu merusak berbagai sendi kehidupan kita. Melakukan berbagai kejahatan besar di balik layar atau bahkan di depan layar karena telah masuk dunia hit*m. Karena mereka uda jadi setan manusia.
Gitu ya, itulah setan menurut versi yang kupahami saat ini, dan interaksinya dengan setan lainnya yang beda alam. Mereka saling tolong-menolong di dalam keburukan dan dosa.




