Jadi, sebagaimana kita tahu, jin dan manusia itu beda alam, ada pembatasnya. Untuk bisa bertemu pembatasnya tadi itu harus dilonggarkan/dihilangkan dulu.
Urutannya:
Setan manusia mencari korban --> Manusia lain terperangkap --> Mereka melakukan dosa-dosa besar dulu (syirik, zina, dll) --> Setan jin muncul dan mengikat perjanjian --> Cakor (calon korban) tadi kini telah menjadi setan manusia --> Setan manusia ini melakukan kejahatan bertingkat --> Jika ingin reward yang semakin besar dan banyak maka dosa-dosanya harus semakin besar dan semakin banyak jenisnya dan massal (misal pemb*nuhan massal, merekrut sebanyak mungkin setan manusia baru, dll) --> Semakin banyak pengikutnya dan pemujanya dan dosa-dosa yang dilakukan di bumi, setan jin semakin kuat dan merekrut lebih banyak setan-setan manusia baru dan semakin banyak kerusakan dan dosa di muka bumi (semakin besar kehancurannya) --> Setan manusia yang lemah/gak powerful/udah gak berguna, kemungkinan besar akan disingkirkan (dibikin c*cat, dib*nuh, dialienasi grup setan manusia yang powerful tadi/industrinya), sedangkan setan manusia yang kuat akan dikompori dan diberi booster sehingga makin merusak di bumi.
 |
Tabel Alur Transformasi Setan Manusia
|
Mereka, setan-setan manusia tadi, punya grand plan (rencana besar dan terstruktur) dan sumber daya (terutama uang dan jaringan kakap) yang juga sangat mendukungnya. Dan mereka ada di berbagai bidang: politik, kedokteran, bisnis, atau lainnya.
Bagaimana Cara Mereka Melakukan Dosa?
Ingat lagi misi iblis di dunia, dia akan membuat kerusakan sebanyak mungkin dan merekrut sebanyak mungkin setan manusia.
Makanya, walau aku percaya aslinya antara manusia dan jin itu ada "pembatasnya", tapi manusia itu sendiri yang ngerusak batas itu, dengan maksiat dan ritual-ritual lain di atas.
Untuk ketemu setan jin, mereka biasanya harus lelaku/ritual yang melecehkan Tuhan dan agama, mau disuruh-suruh yang di luar nalar, njijik'i, dll. Kan yang aslinya manusia itu dalam sejarahnya (yang diwakili Nabi Adam) lebih berakal daripada iblis, tapi mau di-jongkrok-in kayak gitu istilahnya, disuruh makan b*ngkai/minum d*rah mau, disuruh zina mau, disuruh menzinai hewan mau, dll (seneng tho ibl*snya, bisa mempermainkan manusia). Sampai ya wajar akhirnya saat hamilnya janinnya jadi rusak parah/error karena dikasih makan minum macem-macem dan berbuat macem-macem yang ngerusak kehamilannya.
Istilahnya itu, melanggar rules Sang Pencipta, padahal misal kita nih ya bikin sesuatu, kan kita tau banget tentang bikinan kita itu. Tapi orang-orang tadi memilih melanggar rules, sok tau, merasa jalur cepat dan mudah, sehingga Allah mengistilahkan orang-orang tadi sebagai "melampaui batas". Kamu dikasih petunjuk biar bisa beroperasi dengan baik eh malah aneh-aneh, tuh liat hasil perbuatanmu, jadi error, kan?
Nah begitu seseorang jadi setan manusia dia akan membawa misi setan jin juga. Jadi, gak bisa enak-enakan barter satu ganti satu. Kalau kamu n*mbal, maka kamu akan terus n*mbal sampai akhirnya kamu sendiri yang jadi t*mbal. Kalau kamu mau naik tingkat atau bahkan sekadar tetep di posisimu, kamu harus minum m*ras, n*rkoba, z*na, elgebete, human tr*fficking, child traff*cking, melecehkan kitab dan nabimu, melecehkan Tuhanmu, g*nosida, dll. Semakin besar keinginannya, semakin besar dosanya dan semakin banyak jenis dosa besar dan kerusakan yang harus dibuat (massal). Itu sepaket ya. Inilah bentuk interaksi antara setan jin dan setan manusia. Mereka juga ada yang punya kategorisasi atau jabatan spesifik atau spesialisasi di organisasi ses*tnya tadi.
Di kalangan elit puncak yang konon jumlahnya cuma seuprit persen, itu berhubungan erat dengan hal-hal tadi. Ada elit puncak yang masuk kelompok rahasia dan mengendalikan kejahatan global yang sangat masif dan terorganisir, lalu merusak berbagai sendi kehidupan kita. Melakukan berbagai kejahatan besar di balik layar atau bahkan di depan layar karena telah masuk dunia hit*m. Karena mereka uda jadi setan manusia.
Siapa Memperbudak Siapa?
Sebagian setan manusia mengira dirinyalah yang memperbudak setan jin, padahal sebaliknya: setan jin-lah yang memperbudak mereka. Padahal, setan jin tidak akan bisa "menyentuh" manusia tanpa "izin dari manusia itu sendiri" (izin Allah tetapi manusia secara kasat mata mengizinkan hal itu terjadi), yaitu lewat maksiat serta r*tual s*sat dan aneh. Ironisnya, banyak yang merasa sudah menang karena mendapat harta atau ketenaran, padahal mereka hanyalah "budak" di organisasi yang suatu saat akan men*mbalkan mereka juga.
Jadi, sebelum merasa paling hebat karena tahu "alam sebelah", ingatlah satu hal: di sistem ini, kalau kamu sudah tidak berguna lagi untuk menciptakan kerusakan, kamu adalah target eliminasi berikutnya. Jangan sampai rencana besar mereka, menjadi kehancuran pribadimu.