![]() |
| Self talk negatif |
Self talk tak selalu buruk, meski mungkin yang sering kamu baca atau dengar demikian.
Ya karena memang konteksnya mereka ngomongin tentang inner critic atau negative self talk.
Bahkan, ekstrimnya, ada yang ngatain self talk adalah sumber masalah dan harus dibungkam sepenuhnya.
Namun, sepertinya mereka hanya menduga-duga. Dulu pun perasaan atau emosi dituduh gitu. Tapi, mereka pernah nggak berada dalam kondisi perasaan yang "tidak ada" (tidak ada perasaan) atau self talk yang "tidak ada"?
Aku pernah dengan suatu metode kombi pernapasan dan gerakan mungkin qiqong, tapping, atau pokoknya semacam olahraga nyasar ke kondisi tersebut. Bukan hampa, tapi "ga ada perasaan" tapi aku masih bisa merasa. Sulit dijelaskan ya, apakah mungkin itu jiwa atau apa. Yang jelas, intinya bukan perasaan/emosi yang jadi masalah manusia. Mereka merujuk pada masalah yang salah. Lagian, daripada ngilangin "emosi/perasaan", kondisi 'tenang" yang muncul itu enakan dari ibadah. Serius.
Begitupun self talk. Kamu percaya nggak self talk bisa dihilangkan? Aku pernah berada dalam kondisi tersebut. Bahkan, mungkin sampai sekarang aku masih dalam kondisi demikian, atau setidaknya sangat minim/hampir hilang. Karena suatu momen yang tidak terduga tiba-tiba saja gitu. Waktu itu aku agak panik juga, lalu aku tanya beberapa AI dan mereka sama-sama bilang itu danger, kamu akan kehilangan fungsi otak begini begitu atau ngalami ini itu. But, nyatanya, aku fine2 aja.
Hatiku bisa tidak berbicara tapi ada sesuatu yang sangat dalam entah otak atau apa yang masih bisa berbicara "tanpa kata" (meskipun konteks internal). Aku sulit jelasinnya.
Namun, lagi-lagi, aku mo nunjukin, masalah intinya adalah bukan tentang membungkam self talk.
Baca artikel pemikiranku lainnya di sini:
Optimalisasi VCO Indonesia: strategi inovasi terpadu 70/20/10 berbasis daya saing global
Baca artikel inspirasiku lainnya di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/2025/11/membangun-kesempatan-setara-menghargai.html
Baca seluruh artikel pemikiranku di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/search/label/pemikiranku
Baca seluruh artikel inspirasiku di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/search/label/inspirasi
Baca artikel blog lengkapku di sini:
https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/
Nah, setelah kujelasin gimana self talk jadi nol (gak negatif kayak di atas), sekarang aku mo jelasin kalau self talk juga bisa digunakan untuk hal yang bermanfaat alias positifnya self talk.
Aku ini sangat bermasalah dalam berbicara. Suaraku sangat minimalis dan mulutku kering. Bicara agak banyak atau keras membuatku mudah radang tenggorokan. Tentu saja aku punya keterbatasan tidak bisa ibadah suara sebanyak orang lain, bergaul sebanyak orang lain, atau menghafal disuarakan serajin orang lain.
Namun, beruntungnya ada suara-suara lain yang bisa bantu. Aku dapat tips dari AI untuk orang-orang bersuara kecil dan terbatas sepertiku.
Untuk ibadah suara, hafalan, praktek berbicara, atau semacamnya, dia kasih aku tips-tips di bawah ini:
- Bicara dalam hati,
- Bicara dalam pikiran,
- Bicara dengan sangat pelan,
- Sekadar gerakan bibir seolah mengucapkan kata-kata tersebut
Alhamdulillah juga ya Islam juga menyediakan jenis ibadah hati. Zikir dalam hati pun boleh.
Ada orang-orang tertentu yang bisa banyak zikir suara, banyak ngaji, banyak hafalan Qur'an atau lainnya dan itu adalah kelebihan mereka. Aku tidak punya kelebihan di situ. Bahkan, aku sering merasa wow banget (takjub/kagum) tiap ada orang beberin dia zikir misalnya istighfar rutin sepuluh ribu kali. Itu adalah kelebihan dia dan rahmat Allah baginya.
Jadi, ketika AI ngasih aku tips-tips di atas, aku merasa ternyata ada jalan bagiku untuk belajar dan beribadah ala aku (yang sesuai dengan keterbatasanku).
Ya gitu deh, intinya self talk ada sisi positifnya juga, sebagaimana banyak hal lain pada umumnya. Dan itu bukan tentang afirmasi (bukan tentang self talk yang disuarakan keras, tapi self talk batin) tetapi kegunaan lain seperti yang sudah kujelaskan di atas. Buat orang-orang yang punya masalah sepertiku ini bisa ngebantu banget.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.