Hidup ini Singkat, Jangan Dibuat Berat: Panduan untuk Menciptakan Hidup yang Luar Biasa

Hidup ini singkat, jangan dibuat berat

 

 HIDUP INI SINGKAT, JANGAN DIBUAT BERAT

(Life is Short, Make It Great)

Penulis: Dale Carnegie (dan para penerusnya)


Di tengah kondisi Indonesia yang gini banget, tiap hari bikin shock dengan berita kenaikan biaya ini itu, kamu mungkin tertarik dengan judul-judul model ginian. Yang kayak puk-puk in kamu, hibur kamu, validasiin kamu, bawa aura kalem, gitu-gitu. 


Tapi coba deh perhatikan cover buku di atas

 

Ini emang covernya kuning kunyit (dan kuning biasanya bawa aura ceria), uda gitu font-nya pun kayak gitu, mendukung aura ceria dan bebas. Trus jangan lupain judulnya, bawa aura woles. Dari sini uda ga terlalu sinkron sih kalo mo ngikut aturan yang baku gitu, covernya bernuansa ceria, sedangkan judulnya bernuansa woles/tenang. Tapi udalah gak papa, wong aku juga gak se-kaku itu soal gituan. Cuma, yang lebih gak cocok lagi adalah antara judul tadi dengan isinya. Isinya sama sekali nggak seperti yang kusebut pada paragraf satu di atas: nggak puk-puk in kamu, nggak validasiin kamu, apalagi hibur kamu. Dan buku ini sama sekali gak ringan seperti yang dikesankan pada judulnya. Isinya padat dan berat, dalam arti itu adalah panduan komprehensif dan isinya "daging" semua.

 

Sebenernya sih judul aslinya udah betul (judul aslinya yang ada di dalam kurung), judul terjemahan-nya lah yang salah fatal. Setelah judulnya diterjemahkan konteksnya jadi beda jauh.

 

Jangan bayangin buku ini enteng, karena ada frase "jangan dibuat berat". Dia sangat padat, kaya, dan kompleks. Kalau kamu nerapin beneran isi buku ini itu bakal tidak mudah/tidak sederhana. Kamu perlu memperbaiki/make over banyak sekali bagian dari dirimu dan hidupmu. 

 

Untuk menciptakan hidup yang luar biasa, jangan harap kamu hidup dengan cara "biasa" aja. Dale Carnegie ini sangat detail menempatkan diri dan mengatur segala sesuatunya, bahkan sampai mengelola hal-hal yang sekecil-kecilnya. Dimulai dari menetapkan visi misi, sasaran, tujuan, dan prioritasmu lalu berusahalah mewujudkannya, diterapkan/dieksekusi gitu langkah-langkah ke sananya. Tapi, jangan lupakan untuk tetap hidup dengan seimbang, teratur, dan dengan nilai tertinggi. Trus jangan lupa, perhatikan pula cara berinteraksi dengan orang lain: cara memulai dan mengakhiri percakapan, cara negosiasi dan kompromi, cara berkomunikasi lintas generasi, cara mengatasi konflik, dll.

 

Dari situ aku bisa punya gambaran Dale Carnegie itu orang kayak gimana. Yah, meskipun buku ini sudah nggak ori, prinsip-prinsipnya aja yang ditetapkan oleh Dale Carnegie, tetapi uda dikembangin lebih jauh oleh para penerusnya.

 

Jadi, Dale Carnegie itu sepertinya orang yang humanis, peduli orang lain, cenderung feeler, dan dia kalau misal negosiasi atau semacamnya akan ngasih pembagian yang baik (nggak ngerugiin pihak lain), biar sama-sama puas gitu. Dan di buku ini bahkan juga disebutkan hal-hal seperti menghargai bawahan, trus memberi memberi keleluasaan bawahan untuk mendesain sendiri ruangannya ala dia, dan dia mengelompokkan orang ke dalam kategori-kategori (nggak menyamakan satu dengan yang lain). Selain kayak tadi, gimana cara dia komunikasi dengan generasi yang sama atau beda, di kantor dia juga bedain pegawai ini itu motivasinya apa, apa imbalan yang paling cocok buat dia. Itu dibeda-bedain sama dia. 

Meski gitu, Dale Carnegie ini kayak agak beda kalo uda ngomongin jam kerja. Dia menganggap negatif pegawai yang kerjanya "ngepas"/standar aja (sesuai jam kerja dan jobnya aja). Itu yang agak gak sinkron dengan sisi humanis dia yang lain sih menurutku.

Trus yang agak ngganjel juga di aku, tentang penjelasan komunikasi lintas generasi tadi. Nggak terlalu jelas bedanya kalau di dunia nyata (bukan cuma tertulis) atau mungkin aku gak sepenuhnya sepakat dengan isinya.

 

Buku ini keterbacaan biasa/standar, mudah dipahami, tapi nggak ringan untuk diterapkan. Tapi kalau kamu bisa nerapin, aku sih optimis kamu beneran jadi punya hidup yang luar biasa seperti pada judul versi ori-nya (bukan yang versi terjemahan).


Akhir kata, buku ini layak banget buat dibaca.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.