|
| Risiko Jasa Laundry bagi Muslim |
Laundry dan Fleksibilitas Hidup Masa Kini
Kehidupan kita tak lepas dari kesibukan. Kesibukan ini bahkan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya peran atau tanggung jawab kita. Di lain pihak, kita tidak selalu bisa menangani semuanya sendiri. Kita tak selalu bugar, tak selalu punya waktu, ada kejadian tak terduga, atau sekadar ingin praktis saja. Kita kemudian memilih membayar jasa pihak lain, seperti layanan laundry ini.
Risiko di Balik Laundry
Masalahnya, saat kita menggunakan jasa orang lain, kita tidak bisa selalu menetapkan standar personal kita di dalamnya. Kita tidak punya kontrol penuh, atau bahkan tidak punya kontrol sama sekali. Kita tidak tahu pasti bagaimana cara kerja mereka, atau apakah mereka jujur mengenai proses pencuciannya.
Dalam agama Islam, pakaian bukanlah sekadar kain penutup tubuh. Islam menetapkan bahwa pakaian dan tempat sholat harus suci: bersih dari hadas dan najis. Standar seorang muslim adalah suci, bukan sekadar bersih secara visual atau harum secara aroma.
Namun, pertanyaannya, apakah seluruh proses di laundry langganan kita sudah memenuhi standar ini? Apakah proses pencucian, pembilasan, hingga penjemurannya sudah dilakukan dengan cara yang benar agar najis benar-benar hilang?
Pertanyaan Pentingnya...
Bagaimana jika ternyata prosesnya tidak memenuhi standar kesucian? Apakah hal itu menjadi kesalahan yang "dimaafkan" karena kita memang tidak tahu? Atau sebaliknya, apakah sholat kita menjadi tidak sah jika memakai pakaian hasil cucian laundry tersebut?
Rasanya cukup mengerikan jika ternyata ibadah kita selama ini tidak sah hanya karena perkara cucian. Lalu, apa solusinya? Apakah kita sudah saatnya membutuhkan jasa laundry dengan label syariah yang terverifikasi? Ataukah kita perlu mengharapkan adanya standardisasi prosedur bagi penyedia jasa laundry agar sesuai dengan kebutuhan umat?
Pilihan itu tentu kembali ke masing-masing orang. Melalui tulisan ini, saya hanya ingin menunjukkan bahwa risiko itu ada dan nyata. Jadi, tetaplah hati-hati dalam memilih jasa untuk urusan ibadah kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.