Review Buku "It's Okay Not to Get Along with Everyone"

 

Review Buku "It's okay not to get along with everyone"
Cover buku "It's okay not to get along with everyone"

 

Pertama nemu buku ini aku nggak terlalu ngamati detail covernya. Iya di sana tertulis non fiksi best seller Korea, tapi aku nggak tahu Dancing Snail itu orang Korea apa bukan. Tapi cover-cover kayak gini ini biasanya ala Korea, jadi ya udah aku ngintip aja karena aku belum pernah baca buku ala Korea. Soalnya aku kaget juga, Korsel itu kan terkenal dingin orangnya, workaholic, dan fast moving, masa iya nulis/ngajar tentang kesehatan mental? Wong orang sana aja banyak yang gangguan mental/b*ndir. Jadi, aku penasaran apakah ada sisi lain dari mereka yang belum kuketahui, yang mungkin sebenarnya positif.

 

Tapi, nyatanya memang terasa aneh saat baca buku ini. Dia itu dalem banget jelasin gini gitu tentang perasaan. Blak-blakan juga tentang dirinya, pandangan-pandangannya, dan pilihan-pilihan hidupnya. Tapi tetep aja dia terasa datar/flat (tidak menggugah) dan beraura penulis sendiri tidak terlalu sehat mentalnya. Sampai kemudian aku menemukan penjelasan lebih lanjut tentang penulis di bagian akhir buku itu, memang iya dan memang Korea.

 

Meski gitu, jangan salah ya, penjelasan-penjelasan di buku ini itu baik. Kayak penulis itu sangat reflektif atau perasa atau apa gitu. Jadi secara teori atau cara menulis dia baik, hanya auranya aja yang aku "gak dapet". Trus aku merasa puyeng atau terganggu juga dengan gaya campuran antara tulisan dan gambarnya. Gambarnya besar-besar, bisa satu halaman atau kurang trus bersambung dengan gambar lanjutannya di halaman lain. Jadi, satu tema itu gambarnya bisa beberapa halaman sekaligus baru kelar, uda gitu ada tulisan di bawah dan di atas gambar, juga bubble dialog pada masing-masing pemeran, aduh itu kayak kacau banget. Gak kayak komik yang mungkin satu halaman itu selesai satu tema.


Ini tuh isinya dikit, banyakan gambarnya. Modus aslinya, menuh-menuhin halaman. Kayak tuebel padahal gambarnya yang banyak. Tapi isinya daging kok meskipun dikit, gak semua bagian cocok denganku, dan "gak ada feel"-nya.

 


Baca review kesehatan mental lainnya di sini:

It's okay to feel things deeply

You are positively awesome

Addicted to negative thinking 

How to suffer well

 

Baca artikel reviewku lainnya di sini:

https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/search/label/Review


Baca semua buku bagus rekomendasiku di sini:

Daftar buku bagus yang pernah kubaca


Baca artikel inspirasiku lainnya di sini:

https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/search/label/inspirasi


Baca postingan lainnya di sini:

https://cerahdanmencerahkan.blogspot.com/

 

Buku ini isinya sangat "merakyat", kayak cerita jujur dari hati yang terdalam. Ditulis berdasarkan sudut pandang pelaku, "Ini lho yang kualami dan ini kesimpulanku/pelajaran yang kuambil." Gitu. Jadi, bukan dari sudut pandang ahli. Mungkin sisi merakyat itulah yang berpengaruh juga bikin dia jadi best seller. Ini sehari-hari banget dan jujur banget. Nggak jaim.

Isinya tentang tentang gak papa kamu gak selalu cocok dengan orang lain. 

Ada orang yang kita kira cocok padahal nggak, ada orang yang ngira orang lain cocok dengannya padahal nggak. 

Ada masa-masa ketika kita merasa sendiri meski di keramaian. 

Ada yang dulunya dekat tapi kemudian jauh.

Ada juga perasaan gak jelas pengen dekat apa nggak dengan orang lain.

Gitu-gitu. Tentang perubahan perasaan dan perubahan hubungan.

 

Trus di tiap akhir babnya ada penjelasannya, berupa kesimpulan atau tips dari penulis.

 

Inspiratif tapi gak menggugah/"gak ada feel"-nya.

 

 

 

 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.