01 Desember 2019

9 Cara Domain Membangun Personal Branding Anda


9 Cara Domain Membangun Personal Branding Anda

Acara sudah saatnya dimulai, tetapi banyak peserta terlambat. Anehnya, yang terlambat malah peserta dari sekitar Surabaya, tak bisa dibandingkan dengan pria tua di sebelah saya. Bapak itu datang sangat pagi dari Malang ke Surabaya. Berangkat Subuh katanya, masih dengan semangat 45 ingin menimba ilmu kepenulisan yang diadakan Harian Surya. Ia menyapaku ramah dan kami pun bertukar cerita. “Saya penulis, Pak,” kataku. Lalu kutuliskan salah satu blogku sesuai permintaannya. “Wow, sudah dot com!” serunya takjub. Begitupun saya, tak kalah terkejutnya. Begitu dahsyat peran dot com di matanya.


9 Cara Domain Membangun Personal Branding Anda


Orang-orang mengenal .com sebagai Top Level Domain (TLD). Domain adalah lokasi situs web. Domain berbeda dengan url. Misalnya untuk blog saya, nama domainnya Cerahdanmencerahkan.com, sedangkan url/alamat webnya Http://www.cerahdanmencerahkan.com/.

Nama domain terdiri dari 2, yaitu SLD (Second Level Domain) dan TLD (Top Level Domain). Dalam blog saya, SLD-nya adalah Cerahdanmencerahkan dan TLD-nya adalah .com. TLD tidak hanya .com, bisa .id, .net, .org, .top, .xyz, atau lainnya.

Menentukan domain merupakan langkah awal dalam menyiapkan blog atau situs web. Domain yang tepat sangat menentukan kesuksesan blog, web, atau bisnis Anda. 


9 Cara Domain Membangun Personal Branding Anda

Setidaknya terdapat 16 cara untuk menemukan domain yang tepat, yaitu sebagai berikut:

1. Sesuaikan nama domain dengan nama blog dan bisnis, perusahaan, merek, atau nama Anda


Ketidaksesuaian di antara mereka bisa membuat pengunjung melupakan domain Anda atau menurunkan lalu lintas ke situs tersebut. 

Misalnya:
Amazon.com (domain) adalah Amazon (merek).
PaulaSilviana.com (domain) adalah Paula Silviana (pemilik/pebisnis)

Penggunaan merek atau nama adalah tergantung model bisnis Anda. Saya mendapati banyak penulis luar negeri menggunakan domain nama. Jika Anda penulis, Anda bisa mempertimbangkan untuk memakainya juga.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan nama domain yang deskriptif konten, walaupun agak panjang. Jika blog Anda tentang pelatihan anjing, maka nama domain seperti "HowToTrainYourDog.com" dapat digunakan karena langsung bisa menunjukkan isi dari blog/website tersebut.

2. Pikirkan lokasi pelanggan sebelum memilih ekstensi/TLD


Ekstensi/TLD dot com merupakan pilihan tepat jika Anda menyasar seluruh dunia. Tapi jika Anda hanya menyasar satu negara, ekstensi terbaik untuk negara itu bisa juga dipilih. Meski demikian, orang sudah terlanjur familiar dengan .com dan cenderung lupa ekstensi lain. Selain itu, ekstensi .com merupakan ekstensi terpopuler dan perangkat seluler pun memberi tombol khusus .com pada keyboardnya. Oleh karena itu, jadikan .com sebagai pilihan utama.

3. Buatlah sesingkat mungkin dan mudah 

    diingat


Domain pendek memudahkan diingat, melapangkan ruang bagi judul postingan (domain panjang dapat mengurangi jumlah karakter yang bisa ditulis pada judul), dan mendukung SEO. Ia dapat memperluas url sehingga mudah ditemukan di halaman hasil mesin pencari (SERP) dan otomatis meningkatkan peringkat situs Anda. Hanya jika nama yang Anda inginkan sudah tidak tersedia, terpaksa Anda harus membuatnya agak panjang.

4. Hindari tanda hubung, angka, dan 

    semacamnya


Selain sulit diingat, pengunjung cenderung lupa untuk mengetikkan tanda hubung dan angka tersebut. Dan jika mereka mengetikkan domain tanpa tanda hubung, mereka bisa tersesat ke situs lain. Parahnya lagi, domain dengan tanda hubung sering digunakan oleh situs spam sehingga reputasinya buruk. Sedangkan domain dengan angka dapat membingungkan pengunjung, karena harus menuliskan angkanya dalam bentuk bilangan atau huruf.

Misalnya:
Beauty4u.com atau Beautyforyou? (membingungkan pengunjung)
Peluang-bisnis.com

5. Waspada domain bermakna ganda


Misalnya: 
Kidsexchange (pertukaran anak)

6. Jangan gunakan kata kunci pencarian


Kata kunci biasanya tidak bermerek, tidak bisa diperluas, dan sudah tidak mendukung SEO. Menyesuaikan nama domain untuk SEO sudah tidak sepenting dulu lagi sejak Google mengubah algoritmanya pada 2012.

7. Cek domain TLD lainnya


Misalkan Anda menginginkan domain Peluangbisnis.com, cobalah untuk mengecek Peluangbisnis.id, Peluangbisnis.net, atau lainnya. Karena jika orang lupa domain TLD Anda, mereka bisa masuk ke domain pesaing dan akan merugikan Anda.

8. Hindari homofon


Homofon adalah kata-kata yang terdengar sama tetapi ejaan dan maknanya berbeda. Kasus ini pernah menimpa bisnis suku cadang mobil bernama Performance Won. Pemiliknya harus terus-menerus memberi tahu orang-orang bahwa itu dieja “menang”, dan bukan “satu”.

9 Cara Domain Membangun Personal Branding Anda

9. Periksa situs media sosial


Untuk meningkatkan pengenalan merek, gunakan nama yang sama antara domain dan medsos.

10. Hindari menggantikan kata dengan huruf


Misalnya huruf “u” untuk “kamu” pada beauty4u.com. Selain membingungkan pengunjung, ia juga dapat menyesatkan pengunjung ke situs lain.

11. Hindari Strings of Letters/serangkaian 

      huruf yang sama


Misalnya FlossString.com. (huruf “s”-nya berderet tiga)

12. Hindari klaim


Ada kata-kata yang dilarang digunakan, misalnya “treat”, mengobati, atau menyembuhkan.

13. Pilih nama domain yang tak terbatas waktu

Jika nama domain Anda berhubungan dengan tren sedangkan trennya sudah berakhir, maka bisnis Anda juga dapat memburuk.

14. Pilih nama domain yang dapat diperluas


Karena topik populer dan minat kita sebagai blogger/pebisnis bisa berubah.

15. Pilih nama domain yang dapat ditransfer


Domain yang dapat ditransfer memungkinkan orang lain mengambil alih jika terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki. Selain itu, domain yang dapat ditransfer penting bagi Anda yang berniat membangun situs dan menjualnya.

16. Pastikan nama domain bebas masalah


Misalnya terkait konflik hukum, daftar hitam, dan hukuman Google. Periksalah riwayat url, jangan sampai pernah digunakan di masa lalu, memiliki tautan dari situs lain, atau bereputasi buruk. Url yang buruk dapat merusak reputasi Anda dan peringkat situs Anda.
Cek calon url Anda di archive.org atau ahrefs.com untuk mengetahuinya.



9 Cara Domain Membangun Personal Branding Anda

 Sudah menemukan nama domain yang tepat? Segera daftarkan sebelum nama itu diambil orang.