18 Februari 2018

Ryan Blair: Kisah Nyata Seorang Preman Menjadi Multimilyuner



Ryan Blair: Kisah Nyata Seorang Preman Menjadi Multimilyuner
Multimilyuner

Setiap calon pengusaha mungkin mempunyai suatu prinsip utama yang bisa menjadikannya sukses. Bagi Ryan Blair, prinsip itu adalah berpikir Nothing to Lose. Dia pernah merasakan kehilangan terus-menerus, bahkan sering beradu dengan maut. Pernah nyaris tewas. Sehingga, sekadar “pertaruhan” di dalam dunia bisnis tidaklah cukup buruk baginya. Hal itu karena kehidupannya yang keras di luar sana membekalinya dengan insting kuat untuk menyelamatkan diri atau bertahan hidup.

Ryan Blair adalah sosok pembelajar sejati. Dia cerdas, jeli menangkap peluang, pemberani, penuh totalitas, perencanaan dan strategi. 

Ryan terlahir di keluarga menengah ke atas. Nasibnya memburuk ketika ayahnya menerapkan gaya hidup berlebihan. Keluarganya terjerat masalah keuangan, lalu sang Ayah terjerumus ke dalam narkoba. Ayahnya menjadi kasar dan suka main tangan.

Di sekolah, prestasi Ryan akhirnya menurun. Sekolah berusaha membantu dengan membawa Ryan dan Ibunya ke psikiater. Mulai detik itu, Sang Ibu yang biasanya hanya menjadi tameng hidup bagi Ryan, kemudian memutuskan untuk melawan. Ibu Ryan mengusir suaminya, lalu mengajak Ryan pindah ke rumah baru. Malang, ketika pindahan, barang-barang mereka dicuri. Polisi tidak berani mengusutnya karena daerah itu adalah sarang preman. 

Mulanya, Ryan memilih jalan damai, tetapi gagal. Setiap bertemu orang, dia selalu ditanya, dari kelompok (geng) mana. Merasa terus diintimidasi, akhirnya terpikirlah solusi untuk bergabung dengan salah satunya.

Di sekolah, prestasinya semakin memburuk. Guru-guru menasehatinya agar bisa pelajaran ini dan itu. Tetapi sia-sia. Tak ada yang memahami bahwa masalahnya adalah tentang hidup dan mati. Sejarah, matematika, atau pelajaran lainnya tidak akan membantu. Kalau tiba-tiba dia pulang lalu diserang anggota suatu geng, maka pelajaran sekolah yang manapun tidak akan bisa menyelamatkan nyawanya. 

Sebagai anggota geng, Ryan sering ditangkap polisi. Juga, keluar masuk penjara. Tetapi, Ryan ini pandai. Bahkan di dalam geng pun dia berhasil dengan cepat memegang tampuk kepemimpinan.

Sementara itu, ibunya pacaran lagi dengan pria lain. Dialah jalan terang menuju hidup Ryan yang lebih baik. Pengusaha botak itu memaksa mereka pindah ke rumahnya. Hingga terbebaslah Ryan dari lingkungan yang penuh geng itu. Ryan pun mendapatkan posisi terhormat, mengikuti posisi si pengusaha botak itu. Tak ada yang membedakan dia anak angkat atau bukan. Yang jelas, dia ikut terpengaruh nama baik dan kehormatan dari si pengusaha.

Ryan belajar dengan cepat. Mulai dari mengubah penampilannya, hingga bekerja sebagai pekerja pemula di perusahaan ayah angkatnya. Karena dia kerjanya baik dan total, kemudian ada orang yang menawarinya pekerjaan lain. Ryan pun pindah.
Segera dia mengamati dengan seksama situasi tempat yang baru, berpindah-pindah dari bagian ke bagian untuk mengetahui gambaran utuhnya, lalu dia mengambil risiko-risiko yang besar hingga akhirnya karirnya menanjak dengan pesat: menjadi pengusaha multimilyuner.

Ada beberapa saran utama yang dimiliki oleh Ryan, yaitu:
1.   Bekerja keras
2.   Bekerja dengan fokus dan tujuan
3.   Milikilah mentor
4.   Bertanyalah pada mentor Anda, dia mau dijadikan referensi atau tidak
5.   Pantang menyerah
6.   Segera bangkit saat terjatuh
7.   Teruslah mencari cara yang sesuai dengan pribadi Anda, dan bila sudah menemukannya, berjuanglah dari sana.
8.   Nilailah seberapa tinggi tingkat toleransi Anda dan orang-orang di sekeliling Anda terhadap risiko
9.   Berkorban
Segala sesuatu itu ada harganya. Apa yang bersedia Anda korbankan untuk kesuksesan Anda?
10.     Bertahan, betapapun buruk keadaannya
11.  Lupakan semua kesalahan Anda, tetapi coba untuk tidak mengulanginya
12.  Bersyukurlah
13.  Anda tidak akan pernah aman, walau di jalur yang benar. Namun, bila Anda terus duduk diam, Anda akan ditabrak.
14.  Jadilah orang besar dan bersenang-senanglah
Jika tidak, pilihannya adalah Anda berhenti, mati tidak bahagia, atau mengalami krisis paruh baya dan kehilangan kesempatan untuk sukses.
15.  Jangan membuat prediksi penjualan
16.  Jangan pernah mengajukan pertanyaan yang jawabannya belum Anda ketahui.
Jika Anda tidak yakin dengan jawaban Anda, katakan “ Saya tidak tahu jawabannya, tapi saya akan memberi Anda jawabannya pada (hari, tanggal, jam)”.
17.  Jika Anda tidak mempunyai informasi yang 100% akurat atau jika Anda tidak mempunyai semua detailnya, jawab saja tidak tahu.
18.  Pekerjakan orang-orang terbaik, bukan yang hanya meng-iya-kan Anda (selalu menyukai ide-ide Anda). Namun, pastikan mereka loyal.
19.  Jangan terlalu fokus terhadap kompetisi
20.  Jangan membuang-buang waktu untuk mempedulikan apa yang dipikirkan orang lain, dan terlalu khawatir bahwa Anda akan melakukan kesalahan, bahkan ketika Anda berhadapan dengan keputusan bernilai jutaan dolar.
21.  Ketika Anda gagal, tanyakan:
a.  Mengapa Anda gagal?
b.  Apa yang harus Anda lakukan agar hasilnya berbeda?
c.  Bagaimana cara melakukan dengan lebih baik?
d.  Perubahan apa yang harus Anda lakukan dalam strategi yang Anda pakai?
e.  Apa yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki perencanaan dan bagaimana persiapan Anda?
22.  Miliki buku catatan khusus, untuk mencatat semua pelajaran yang Anda dapatkan dari kegagalan yang Anda terima. Luangkan waktu untuk mencatat jawaban dari setiap pertanyaan sehingga Anda mempunyai catatan pengingat tentang apa yang salah, dan apa yang Anda lakukan secara berbeda agar kesalahan tersebut tidak terulang lagi.
“Semua keberhasilan terbaik yang telah saya capai, berasal dari kesalahan terbesar yang saya lakukan”. (Ryan Blair)
23.  Jangan terlalu akrab dengan karyawan Anda dan pilihlah rekan-rekan bisnis Anda dengan bijak
24.  Jangan memiliki hubungan khusus dengan karyawan atau rekan kerja Anda
25.  Jangan biarkan karyawan tenaga penjualan Anda menjejalkan ide-ide mereka kepada Anda
26.  Pecatlah secepat mungkin
27.  Jangan terlalu terikat dengan perusahaan Anda
Ukurlah semangat dan kepintaran dari tim Anda, dan Anda akan mengetahui apakah perusahaan Anda bernilai atau tidak. Jangan terlalu terikat dengan logo atau pernyataan misi perusahaan, terikatlah dengan orang-orang yang ada di balik kesuksesan perusahaan Anda
Jangan menyepelekan kebutuhan Anda akan dana
28.  Jangan mencoba untuk melakukan banyak hal sekaligus
29.  Jangan pernah menulis sesuatu yang dapat kembali menyerang Anda
30.  Jangan mengencani orang yang salah
31.  Jangan berinvestasi pada pengusaha yang tidak dapat Anda bimbing
32.  Sebelum Anda dapat menjual sesuatu kepada orang lain, pastikan bahwa Anda dapat menjual diri Anda sendiri terlebih dahulu
Pastikan mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan Anda serta produk dan jasa yang Anda tawarkan
33.  Jangan pernah mengekspresikan perasaan negatif dalam email atau pesan singkat, bicarakan langsung atau via telepon. Jangan pernah melakukan komunikasi tanpa mengetahui kondisi orang yang terlibat di dalamnya.
34.  Bila ingin memuji seseorang, lakukanlah di depan umum. Namun, bila ingin menegur, lakukanlah empat mata.
35.  Rangkum masalah perusahaan Anda dalam 6 kata
36.  Anda harus jelas mau menggeluti industri yang mana
Berikanlah identitas yang jelas pada perusahaan Anda sehingga nama perusahaan Anda akan senada dengan produk atau layanan yang Anda tawarkan. Kemudian, ciptakan promosi yang akan membuat orang lain mengerti posisi Anda di industri yang Anda geluti.
Misal:
Jasa bimbel
Industri besarnya: pendidikan
Spesialisasinya: bidang persiapan ujian
Rancanglah agar setiap orang membaca artikel tentang Anda atau melihat situs web perusahaan Anda, harus dapat mengetahui dengan pasti siapa yang menjadi target pasar Anda – dalam hal ini para muris yang bersiap masuk kuliah beserta para orangtuanya.
37.  Jangan menjangkau pasar yang terlalu luas, spesifiklah. Jangan sampai krisis identitas
38.  Jika bisnis Anda adalah jasa persiapan masuk tes perguruan tinggi, maka cobalah untuk memasukkan satu atau dua kalimat yang menyatakan, “Program kami adalah yang terbaik untuk murid-murid yang akan meneruskan ke jenjang universitas” dalam promosi tersebut.
39.  Hal lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah gelar atau jabatan Anda pada struktur organisasi.
40.  Gunakan kata “kami” (bukan “saya”) ketika Anda sedang membicarakan perusahaan.
41.  Kelilingi diri Anda dengan orang yang tepat, yang memiliki nilai, filosofi, dan tujuan yang tepat dengan investasi mereka
42.  Tetapkan karakteristik kandidat karyawan, termasuk sejarah, kepribadian, dan motivasinya:
a.  Di sekolah mana mereka belajar dan mengapa masuk ke sekolah itu
b.  Bagaimana cara mereka menggambarkan diri mereka sendiri
c.  Bagaimana cara interaksinya dengan sesama
d.  Bagaimana cara mereka memandang peran mereka di perusahaan
e.  Kemampuan dan kepribadian yang cocok dengan perusahaan
f.    Sportif
g.  Tidak bersaing secara berlebihan
h. Dapat menerima kekalahan dengan baik
i.    Tidak terlalu agresif atau bersorak ketika menang
43.  Bayarlah karyawan dengan uang, pengakuan, dan kontribusi

Buku Nothing to Lose karya Ryan Blair ini sangat detail. Saya sangat merekomendasikan kepada siapa saja yang ingin menjadi pengusaha untuk membaca buku tersebut dari awal sampai akhir. Dia blak-blakan menguraikan semuanya. Meminjam istilah orang, “isinya daging semua”.

Ada suatu fakta lain yang mungkin akan membuat Anda terkejut, Ryan adalah seorang disleksia. Dengan kata lain, semangat belajarnya dan semangatnya di dalam memperbaiki hidup telah mengatasi segala kekurangannya.

Meski demikian, nasibnya tragis. Pasca ayah tirinya meninggal, ibunya sangat shock sehingga jatuh dari tangga, lalu koma. Pada saat buku Ryan diakhiri, belum jelas nasibnya akan selamat atau tidak.

Saya tidak bisa membayangkan berada di posisi Ryan. Begitu berat prosesnya, namun setelah semuanya tercapai, dia seperti sendiri. Satu demi satu orang-orang yang dia sayangi pergi. Barangkali akan menyisakan suatu kehampaan, di tengah-tengah hidupnya yang sangat bergelimang harta.

Ah, setiap orang memang ada jatah ujian atau musibahnya sendiri-sendiri. Hidup itu sawang-sinawang. Orang yang tidak tahu mungkin hanya melihat puncaknya saja, bagian enaknya, tidak melihat cerita utuhnya, paket lengkapnya.

Buku Nothing to Lose begitu berkesan bagi saya. Proses belajar Ryan sangat amazing. Beberapa bagian sangat menyentuh, terutama ketika membaca surat penyesalannya saat dipenjara, berikut surat balasan dari ibunya, sukses membuat saya menangis. Bacalah, Anda tidak akan kecewa!


Sumber:
Blair, Ryan. 2012. Nothing to Lose, Everything to Gain. Jakarta: Elex Media Komputindo.
  
Sumber gambar: Pexels