19 Februari 2018

Cara Ngeles dari Pertanyaan Nyebelin



Cara Ngeles dari Pertanyaan Nyebelin
 Pertanyaan

Siapa yang pernah dapat pertanyaan nyebelin. Hayo ngacung!

Yah, disadari atau tidak, nggak semua orang bisa berempati atau menempatkan diri. Nggak semua orang tau or mau tau kata-kata or pertanyaannya itu nyebelin apa nggak.

Kamu pernah dapat pertanyaan apa? Apa pertanyaan fenomenal “Kapan nikah?”. Atau pertanyaan lain seputar kapan punya anak, gajimu berapa, dan semacamnya?

Saya pernah ditanya gaji oleh beberapa orang yang (kepo banget gitu loh). Nggak suka saya-nya. Ntar jadi kenapa-kenapa. Kalau besar saya, ntar dia jadi iri atau dengki. Kalau besar dia, bisa-bisa dia sombong, atau saya-nya yang ngerasa nggak enak. Ada juga orang yang membuat-buat hal itu sebagai olok-olokan atau ajang banding-bandingin. Males banget, kan?

Well, mo gimana lagi. Kenyataannya makhluk-makhluk semacam itu ada. Untuk ngatasinnya contek aja saran dari Rosalie Maggio dalam buku Sukses Berbicara dengan Siapa Saja, sebagai berikut:

1.   “Kalau tidak keberatan, mengapa Anda menanyakan hal itu?”
2.   “Apakah Anda perlu tahu?”
3.   “Maaf, tapi itu bersifat pribadi bagi saya.”
4.   “Berapa yang kami bayar untuk rumah tersebut? Cukuplah.”
5.   “Saya tidak benar-benar membicarakannya.”
6.   “Saya tidak tahu persis apa maksud Anda.”
7.   “Maaf, Anda bertanya jika ...”
8.   “Maaf, itu bukan informasi yang bisa saya berikan.”
9.   “Saya terkejut Anda menanyakan hal itu.”
10.     “Bisakah kita membicarakan hal lain?”
11.     “Gaji saya? Sama seperti yang Anda kira.”
12.     “Itu agak pribadi, bukan?”
13.     “Ini pertama kalinya. Orang biasanya tidak mengajukan pertanyaan seperti itu.”
14.     “Apa maksud Anda?”
15.     “Mengapa Anda bertanya?”
16.     “Mengapa Anda ingin tahu?”
17.     “Apakah Anda tidak keberatan untuk mengatakannya lagi?”

Kalau kamu, ngelesnya gimana?




Sumber gambar: Pixabay