16 Februari 2023

Review Buku "The First 15 Minutes for Those Dating with Marriage in Mind"

"The First 15 Minutes for Those Dating with Marriage in Mind"

Penulis: Jay Hewlin


The First 15 Minutes for Those Dating with Marriage in Mind


Cari jodoh dengan pacaran/perkenalan bertahun-tahun? Useless banget. Gimana kalau kamu bisa mengenali calon jodoh potensial hanya dalam waktu 15 menit? Oke banget, kan?


Emang bisa? Menurut Jay Hewlin, penulisnya, itu bisa banget. Dia ketemu istrinya dengan metode ini. Bahkan, dia selalu menerapkan cara ini dan menghasilkan ketepatan 90 persen dalam hidupnya.


Penasaran, kan? Cara tersebut diuraikannya di dalam buku The First 15 Minutes for Those Dating with Marriage in Mind ini.


Bukunya tipis, cuma 40 halaman. Isinya berupa 7 prinsip untuk mengenali calon jodoh potensial dalam waktu 15 menit, yang ditulis berdasarkan pengalaman penulis dan orang-orang di sekitarnya. Masing-masing prinsip ini dipisah ke dalam bab-bab tersendiri. 


Oh ya, ini buku Kr*sten, tetapi ayat-ayat Kr*stennya hanya sambil lalu (dikit banget).


Isi buku ini bagus sih, tapi bagian intinya bisa lebih sedikit lagi (nggak nyampe 40 halaman, masih bertele-tele padahal udah tipis) dan mungkin banyak orang aslinya sudah tahu isinya, cuma sungkan atau punya ketakutan, keraguan, atau kebingungan sehingga tidak tegas dengan dirinya sendiri. 


Aku sudah pernah baca metode serupa di Instagram. Yang mengajarkan adalah seorang dating coach wanita dari luar negeri. Sedangkan kalau buku, buku sejenis yang pernah kureview misalnya Date ... or Soulmate (menetapkan potensi calon dalam 2 kali kencan atau kurang).


Buku The First 15 Minutes for Those Dating with Marriage in Mind ini buku tipis jadi jangan berharap berlebihan. Isinya global/garis besar aja, bukan step by stepnya. Semacam clue/petunjuk intinya doang. Langkah selanjutnya kamu dianggap udah bisa sendiri (tergantung kreativitas masing-masing).

Sebagai penutup, di bagian akhir terdapat ringkasan dan lembar kerja.


Ya, intinya buku ini sederhana banget. Meski gitu, dia ditulis karena penulisnya heran gitu kenapa banyak orang itu butuh waktu lama untuk screening jodoh. Kok nggak seperti dirinya yang jitu dalam menganalisis. Jadi, ceritanya dia itu bagi-bagi tips gitu deh. 

Idealnya, tentu saja pembacanya adalah orang Kr*sten yang sedang cari jodoh dan ingin bisa menilai jodoh dalam waktu yang singkat.

Kalo aku sih nggak tau cz ga ada tandanya kalo ini buku agama. Nyasar gitu deh. Tapi tetep kubaca cz ayatnya dikit banget dan mataku bisa "nyekip" dengan otomatis.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.