07 Januari 2020

Penyebab Orang Sulit Menerima Penolakan dan Putus Cinta


Penyebab Orang Sulit Menerima Penolakan dan Putus Cinta
Penolakan cinta
Sumber: Pixabay (by AD_images)

Penolakan dan putus cinta, apakah selalu menyakitkan? Tidak selalu. Namun, kita harus menyadari bahwa ini bagian dari proses kehidupan, lebih spesifik lagi proses pencarian jodoh.

Penolakan dan putus cinta yang seharusnya (idealnya) bisa dilakukan/dijalani baik-baik, mengapa masih banyak orang yang sulit menerimanya, baik dengan marah, sedih, atau lainnya?

Setidaknya, ada 11 alasan mengapa orang sulit menerima penolakan dan putus cinta, yaitu:

1.    Telah/terlalu banyak “berinvestasi”/”berkorban”
Sadar atau tidak dia merasa rugi karena “investasinya” gagal.



2.    Putusnya/penolakannya tidak baik-baik
Misalnya ketika masih dalam hubungan pasangannya selingkuh, tiba-tiba ditinggal nikah/jadian dengan orang lain, penolakan/pemutusannya dilakukan dengan kata-kata kasar atau sikap kurang baik lainnya, dan sebagainya.

3.    Berharap/bergantung pada makhluk/keterlekatan
Kalau kita terlalu berharap, bergantung, atau terlekat pada sesuatu, apapun itu (baik pacar, uang, atau lainnya) maka kehilangannya akan sangat menyakitkan. 



Mungkin kamu berharap karena kamu terlalu “tidak laku” atau karena alasan lain, jadi begitu ditolak langsung marah-marah tidak terima. Itu kamu harus cek dirimu sendiri dulu, pahami bahwa setiap wanita hanya bisa menikahi satu orang. Tidak semua yang datang harus diterima/dinikahi.

Jangan berharap/bergantung pada selain Allah karena Allah itu pencemburu dan akan menimpakan pedihnya berharap pada selain-Nya. Letakkan dunia pada telapak tangan saja, jangan digenggam.

4.    Mengingat/rindu kenangan (momen) indahnya (tentang kebiasaan/rutinitas)
Kamu itu tidak ingin/tidak rindu orangnya, tapi kenangan indah atau rutinitas saat bersamanya. Kamu ingin perasaan bahagia seperti itu lagi. Mungkin karena kamu kurang bisa membahagiakan dirimu sendiri. Hidupmu kurang bahagia dan karena saat bersamanya kamu sempat bahagia, kamu ingin mengulang momen itu lagi/mendapati perasaan bahagia itu lagi. Atau sekadar belum biasa saja tanpa dia.




5.    Kodependensi, adiksi/kecanduan cinta, dan semacamnya
Hal ini terkait dengan gangguan mental/psikologis, terutama pada masa kanak-kanak. Jika kamu memiliki lampiran tidak aman (unsecure attachment yaitu tipe anxious attachment/preoccupied attachment dan fearful avoidant attachment/disorganized attachment, bisa browsing sendiri ya apa itu), kamu mungkin lebih sulit menerima penolakan dan putus cinta. Kamu juga cenderung mengabaikan sinyal-sinyal bahwa dia tidak tertarik, kamu terus bersama/mengejar dia.

6.    Hidupmu terlalu berfokus pada dia
Tidak ada 2 rongga dalam hati. Jika rongga itu kamu isi dengan dia, maka kamu jadi sulit saat dia pergi/tidak ada. 

Baca juga:
Cewek Harus Tahu. 25 Sinyal Penolakan Cowok

7.    Penyesalan
Ada berbagai penyesalan yang membuat kamu sulit menerima penolakan atau putus cinta, misalnya menyesal telah menyia-nyiakan umurmu karena berlama-lama bersamanya, menyesal telah memilih orang yang salah, menyesal tidak mengikuti intuisimu, dan sebagainya.
 

 

8.    Kurang maksimal berjuang
Kamu sulit menerima karena kamu sendiri menyadari kalau kamu kurang maksimal berjuang, misalnya kamu kurang cepat melamar dia, kamu kurang nyali dalam menghadapi ortumu dan ortunya, kamu kurang keras bekerja, dan sebagainya.

9.    Tidak jujur (membohongi) diri sendiri
Sebenarnya kamu juga tahu kalau dia bukan orang orang yang tepat untukmu, tapi kamu tetap maksa sama dia. Padahal, kamu sendiri merasa tidak cocok/tidak nyaman bersamanya. Tentu saja, akhirnya hubungannya gagal/putus.



10.   Hubungan bukan untuk melihat kecocokan, tetapi memaksa harus cocok
Masih ada saja orang yang ketika berhubungan itu harus cocok. Ngobrol saja dianggap sudah pacaran dan pasti menikah. Itu kan aneh. Orang-orang yang memaksa seperti ini pasti sulit menerima penolakan atau putus cinta.

11.   Tidak sesuai harapan, rencana, atau dugaan
Intinya sih, kamu memaksakan harapan, rencana, dan dugaanmu harus dituruti oleh Tuhan. Ketika kamu punya harapan, rencana, atau dugaan yang ternyata tidak sesuai dengan kehendak/keinginan (takdir) Tuhan, kamu sulit menerimanya.



Jadi, menurut saya, jika seseorang dan calonnya sudah sama-sama dewasa dan sehat secara mental, lalu mereka melakukan pengenalan dalam suatu hubungan dan ternyata terjadi penolakan/putus cinta, maka masih dimungkinkan penolakan dan putus cinta tersebut dilakukan baik-baik dan bisa diterima oleh keduanya. Sebaliknya, jika salah satu atau keduanya belum dewasa atau kurang sehat secara mental, maka terjadilah hal-hal yang “aneh-aneh” bahkan “mengerikan”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.