06 Juni 2018

Mau Investasi Emas? Perhatikan Dulu Hal-Hal Berikut Ini!


Mau Investasi Emas? Perhatikan Dulu Hal-Hal Berikut Ini!
 Emas batangan dan dinar

Emas tampak sebagai salah satu pilihan investasi yang menggiurkan. Salah satunya adalah karena nilai intrinsiknya (nilai bahan baku) sama dengan nilai nominalnya (nilai yang tercantum pada mata uang). 

Investasi emas (logam mulia) bisa berupa:

1.   Perhiasan
Perhiasan kurang baik digunakan sebagai investasi karena ada biaya ongkos cetak. Jika terpaksa berinvestasi dalam bentuk ini, pilihlah hanya yang berkadar tinggi (24 karat). Karena emas berkarat rendah agak sulit diterima oleh bank dan pegadaian. Sementara jika dijual kembali ke tokonya akan dipotong 20% sebagai biaya pembuatan.

2.   Keping dinar
Dinar adalah emas dalam bentuk koin. Pembelian dinar juga bersertifikat.
Dinar bisa dibeli di Dinarfirst, Geraidinar, dan Wakalanusantara. Sedangkan untuk menjualnya, Geraidinar dan Wakalanusantara hanya menerima dinar buatan mereka masing-masing. Hanya Dinarfirst yang menerima pembelian dinar produksinya sendiri maupun produksi Geraidinar dan Wakalanusantara.

3.   Emas lantakan (emas batangan)
Emas batangan yang terkenal dibuat oleh PT. Antam. Pembeliannya disertai dengan sertifikat dan bukti pembayaran. Pada sertifikat tersebut tertulis kode yang harus sama dengan kode pada emas batangan yang dibeli.
Emas batangan lebih baik dibeli dalam jumlah besar. Semakin kecil massa-nya (misal 1 gram) semakin mahal karena dikenakan biaya pemotongan dan pencetakan/pembuatan. Sedangkan saat menjual, harga jual hanya berasal dari massa emas. Biaya pembuatan tidak dihitung sama sekali.
Biaya yang harus Anda perhitungkan di dalam investasi emas batangan maupun dinar adalah biaya emasnya (pastinya), biaya cetak emas, biaya titip emas, biaya Safe Deposit Box (SDB) berupa biaya sewa tahunan, biaya kunci, serta pajak atas sewa kotak per tahun dan biaya materai; biaya bunga, biaya administrasi, ongkos kirim ke rumah (ongkir), biaya transfer (jika beli online).
Emas batangan bisa dibeli di Antam, bank, pegadaian, kantor pos besar Surabaya, dan toko perhiasan emas.

4.   Saham emas
Saham di sini adalah saham dalam perusahaan yang terlibat dalam eksplorasi emas, termasuk di dalamnya proses pengembangan, jasa konsultasi dan atau pertambangan emas yang sebenarnya.
Dengan membeli saham emas, Anda berhak atas kepemilikan parsial dari bisnis perusahaan emas tersebut.
Lazimnya ada 2 jenis saham emas yang beredar, yaitu saham perusahaan pertambangan emas dan saham dari perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi bijih emas dari lokasi-lokasi potensial.
Bila memilih berinvestasi di sini Anda harus ahli dalam bermain saham.
Perhatikan bahwa naik turunnya perusahaan pertambangan tidak hanya dipengaruhi oleh harga emas dunia, tetapi juga performa perusahaan tersebut.

5.   Reksadana emas
Tidak ahli bermain saham? Anda bisa memilih reksadana emas. Di dalam reksadana Anda tidak perlu repot-repot mengelolanya, sebab di sana sudah ada manajer investasi.
Biaya yang mungkin ada di dalam reksadana adalah biaya transfer, biaya manajer investasi, dan biaya ketika menjual atau membeli reksadana tersebut.

6.   Kontrak berjangka
Emas memiliki daya anti inflasi yang kokoh, sehingga dianggap dan diperlakukan sebagai komoditas. Sebagai barang yang diperjualbelikan, emas pun dibuatkan kontraknya secara berjangka. Bursa kontrak berjangka di Indonesia ada 2, yaitu Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan Bursa Komoditas Derivatif Indonesia (BKDI).

Setiap investasi mengandung risiko, di antaranya mencakup 7 hal berikut:
1.   Risiko gagal bayar
Gagal mendapat modal yang diinvestasikan plus keuntungan yang dijanjikan.

2.   Risiko bisnis
Terjadi jika investasi Anda berupa saham. Naik turunnya harga saham dipengaruhi oleh performa perusahaan yang Anda beli sahamnya.

3.   Risiko likuiditas
Yaitu kemungkinan investor tidak bisa menggunakan uangnya ketika ia memerlukannya. Aset/investasi dikatakan cair jika dapat dikonversi menjadi uang tunai dengan cepat dan dengan kerugian nilai yang minimal. Emas merupakan investasi dengan likuiditas sangat tinggi; saham yang aktif diperdagangkan dan reksadana memiliki likuiditas tinggi; sedangkan saham perusahaan memiliki likuiditas menengah.

4.   Risiko inflasi
Risiko inflasi bisa membuat tumpukan uang kertas Anda tidak bisa membeli barang-barang yang Anda butuhkan.
Reksadana berpendapatan tetap (tapi kecil) merupakan investasi aman tetapi sangat rentan risiko inflasi.

5.   Risiko suku bunga
Risiko ini sangat mempengaruhi investasi berupa reksadana pendapatan tetap.

6.   Risiko politik
Perubahan rezim pemerintahan biasanya mempengaruhi kebijakan ekonomi makro yang agak signifikan. Perubahan juga bisa berupa perubahan politik serta perang di luar negeri. Semua itu mempengaruhi prospek keuntungan investasi Anda.

7.   Risiko pasar
Risiko pasar berarti risiko pergerakan harga-harga sekuritas akibat beraneka faktor di pasar. Risiko ini sangat mempengaruhi investasi dalam bentuk saham.
Risiko lain bisa berupa kecurian/kehilangan.

Emas digunakan sebagai investasi karena harganya cenderung naik dari tahun ke tahun, meskipun tidak selalu demikian. Ia lebih cocok digunakan untuk investasi jangka menengah atau jangka panjang (3-10 tahun). Keuntungan didapatkan dari selisih antara harga jual dan harga beli tersebut.

Karena waktu yang lama tersebut, hanya gunakan uang “idle” (uang nganggur/lebihan) untuk berinvestasi. Jangan gunakan uang yang Anda butuhkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari!

Nah, sudah yakin mau berinvestasi emas? Sudah tahu ingin berinvestasi emas (nabung emas) dalam bentuk apa? Semoga sukses ya!


Sumber: Syafputri, Ella. 2012. Investasi Emas, Dinar, & Dirham. Jakarta: Penebarplus.
 
Sumber gambar: hargaemas24k.com