10 Juni 2018

27 Cara Mencegah Mabuk Perjalanan dan Cara Mengatasinya


27 Cara Mencegah Mabuk Perjalanan
 Mabuk perjalanan

Dahulu saya sering sekali mabuk perjalanan. Mungkin hampir setiap bepergian saya akan mual atau muntah. Terutama kalau naik bus. Sekarang sudah sangat jarang, kecuali mungkin kondisinya sangat ekstrim. 

Kalian pastinya pengen tahu nih apa yang mau saya bagi kali ini. Hitung-hitung sekarang kan sudah Ramadhan akhir ya, biasanya orang akan mudik. Soalnya sudah tradisi. Itu juga kalau orangnya punya kampung. Mudik akan jadi kurang menyenangkan bagi kalian yang biasa mengalami mabuk perjalanan.

Oke deh, nggak usah lama-lama, langsung aja saya akan bagi tipsnya.

Tips agar tidak mudah mabuk di perjalanan:
1.    Bila memungkinkan, cari alat transportasi yang sesuai
Saya cenderung mudah mabuk jika naik bus. Saya lebih suka naik becak, motor, atau delman.
Untuk mobil, naik lyn juga jarang membuat mabuk (kecuali kondisi khusus). Jadi, sepertinya kondisi terbuka/memiliki udara yang lebih lapang lebih mengurangi kemungkinan mabuk perjalanan.

2.    Jangan makan berat sebelum berangkat
Menurut pengalaman, bila saya makan berat maka perut seperti dikocok-kocok dan lebih berpotensi mual. Mual yang parah bisa membuat muntah.

3.    Bila memungkinkan hindari dekat orang yang sedang merokok
Kondisi ini sulit karena kadang-kadang orang mulai merokok saat di tengah perjalanan, tidak di awal.

4.    Hindari duduk di dekat bau menyengat, misal parfum atau keringat. Kadang bau kendaraannya sendiri juga bisa bikin mabuk perjalanan.

5.    Saat naik bus, sepertinya saya cenderung lebih mudah mabuk perjalanan kalau busnya ber-AC atau memiliki jendela atas, atau jendela bersama (jendela yang 2 baris kursi 1 jendela). Kalau 1 baris kursi 1 jendela saya lebih jarang mabuk sepertinya. Sedangkan kalau naik bemo (bison), dekat jendela (yang bisa dibuka) mengurangi potensi mabuk saya.
Mungkin hal itu juga berpengaruh pada kalian, jadi coba saja!

6.    Bila memungkinkan, pilihlah kendaraan yang berkondisi baik
Performa kendaraan pengaruh ya. Merek juga sepertinya. Soalnya, saya pernah naik merek mobil tertentu yang termasuk golongan berharga murah ya ajut-ajutan gitu deh, padahal jalannya mulus. Berlaku juga untuk bus atau lainnya.

7.    Hindari jalan yang tidak rata
Nah, kalau yang ini jalannya yang tidak rata, bukan masalah kendaraannya.

8.    Bila memungkinkan, pilih untuk dekat orang yang sehat
Hal ini untuk menurunkan potensi orang tersebut masuk angin dan muntah, lalu kita yang di dekatnya ketularan muntah.

9.    Hindari orang yang muntah
Kita bisa ikut muntah jika mencium baunya atau melihat muntahnya. Kalau mendengar entah ya ikut muntah atau tidak.

10.   Hindari suara-suara yang mengganggu (bising)
Orang-orang tertentu peka dengan suara dan bisa mabuk perjalanan.

11.   Hindari berpikir kalian pasti mabuk
Beri sugesti positif pada diri. Jangan meyakini kalau kalian pasti mabuk!

12.   Posisi menentukan “prestasi”
Yaelah kayak mau ujian aja. Maksudnya, ada yang bilang duduk tepat di atas ban itu lebih tidak enak. Mudah mabuk. Orang yang mudah mabuk biasanya lebih dianjurkan duduk di depan, bisa lihat langsung obyek via kaca depan kendaraan.
Pilih kursi yang paling stabil dalam kendaraan dan menghadap ke depan; duduklah menghadap ke arah depan kereta dan bus; pilihlah kursi di sisi paling dekat dinding pesawat. Kecil kemungkinannya kalian akan berguncang-guncang saat duduk di kursi tersebut.

13.   Hindari main HP atau membaca di dalam kendaraan
Ini sering saya langgar, tapi memang bikin pusing ya. Tidak dianjurkan.

14.   Sering-sering bepergian dengan kendaraan umum
Nah, ini sesuatu yang patut dicoba. Setelah saya kuliah dan mengharuskan naik kendaraan umum (lyn dan bison) setiap hari, kebiasaan mabuk perjalanan saya berkurang. Kecuali jika kondisinya ekstrim.
Saya pergi-pergi di dalam kota atau ke kota tetangga terdekat juga naik bus, lyn atau bison dulunya. Jadi, sedikit banyak mungkin tubuh sudah menyesuaikan diri.

15.   Ngemut permen jahe atau mint
Kadang cara ini diterapkan ortu saya. Ngemut permen jahe, mint, atau rasa jeruk. Saya lupa bekerja atau tidak. Kayaknya nggak selalu work. Kadang juga masih mual tapi nggak sampai muntah. Ngemut ting-ting jahe itu praktis. Kadang kan ada tuh yang jual di bus.

16.   Menutup pusar dengan salonpas
Cara ini juga pernah diterapkan ortu ke saya. Lumayan kayaknya.

17.   Cobalah untuk tidur
Saya suka tidur/memejamkan mata untuk mencegah mabuk perjalanan. Sepertinya membantu.

18.   Perut jangan kosong sebelum berangkat

19.   Jaga kondisi tubuh tetap fit sebelum melakukan perjalanan

20.   Akupresur
Letakkan 3 jari tangan di bawah lipatan pergelangan tangan. Letakkan ibu jari tepat di bawah ketiga jari tersebut, di tengah-tengahnya, tepat di antara dua otot tendon besar. Dengan ibu jari Anda, berikan tekanan pada tempat tersebut dan tahan beberapa saat. Lakukan berulang-ulang sampai kalian merasa tenang.

21.   Teknik pernapasan dalam
Tutup mulut dan ambil napas dalam-dalam melalui hidung. Isi paru-paru dalam empat hitungan. Kemudian tahan napas selama tujuh hitungan. Setelah itu, embuskan napas melalui mulut selama delapan hitungan. Ulangi teknik pernapasan ini tiga kali.

22.   Sering-sering makan makanan ringan
Terutama yang rendah lemak dan tinggi protein. Jangan yang rasa dan aromanya kuat.
Camilan yang dianjurkan misalnya roti kering dan biskuit asin.

23.   Cukup minum air
Tidak kurang atau lebih.

24.   Cobalah minum soda tanpa kafein (minuman berkarbonasi tanpa kafein) atau minuman berprotein tinggi

25.   Jagalah suhu di dalam kendaraan memiliki sirkulasi yang baik
Jangan tutup semua lubang AC, alihkan saja ke arah lain!

26.   Minum obat anti mabuk perjalanan sebelum berangkat

27.   Menghirup aroma minyak angin cap Kapak (sebut merek karena pengalaman pribadi)
Ceritanya waktu itu saya mabuk perjalanan karena terlambat makan dan makan nasi kotak saat kendaraan berjalan. Makan camilan juga. Tetapi menu nasi kotak dan camilannya merangsang perut. Bikin mual gitu deh. Sudah mulai pusing, mual, dan keringat dingin eh ditawari tetangga yang sama-sama duduk di bangku belakang. Minyak angin cap Kapak. Disuruh menghirup/oles di permukaan lubang hidung. Tadinya saya mikir, masa sih ini work. Tapi tetep saya coba. Eh ternyata manjur. Nggak jadi muntah.

Terakhir, buat jaga-jaga, selalu bawa kantung kresek hitam. Andaikan semua cara di atas tidak berhasil, muntahkan saja di situ. Biar lega.
Tapi Insya Allah berhasil kok.
Selamat bepergian ya! Semoga perjalanannya menyenangkan!


Sumber:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/obat-mabuk-perjalanan-alami/
https://id.wikihow.com/Mencegah-Mabuk-Kendaraan
https://www.sunburstadventure.com/tips_mabukperjalanan.html

Sumber gambar: hellosehat.com