21 Januari 2022

Review Sample Buku "So You Want to be a Freelance Writer"

 "So You Want to be a Freelance Writer", writing for magazines, newspapers, and beyond.

Penulis: Deborah Durbin


Buku "So You Want to be a Freelance Writer" ini berisi panduan menjadi penulis lepas (freelance writer) pada bidang non fiksi, yaitu menulis buku non fiksi (diulas panjang pada bab tersendiri) dan menulis non fiksi bentuk lain (ebook, blog, kisah nyata, ghost writing, greeting card, penulis olahraga (sport writer), penulis wisata (travel writer), dan penulis bisnis (bussiness writer). Jadi, buku ini akan menjelaskan secara spesifik langsung ke segmen yang kamu tuju. Kalau ada di antara segmen di atas yang kamu incer, mungkin kamu cocok untuk membaca buku ini lebih lanjut.


Buku ini diawali dengan menyamakan persepsi. Ketika kamu memilih bekerja sebagai writer (yang dalam hal ini adalah freelance writer), maka detik itu juga kamu harus memperlakukan aktivitasmu ini sebagai bisnis. No alasan-alasan yang bilang hobi lah, yang penting ikhlas lah, yang penting nyebarin ilmu lah, dll.


Di dalam buku ini, Deborah juga menjawab pertanyaan-pertanyaan paling dasar yang biasa ditanyakan oleh pemula, yaitu apa saja yang dibutuhkan untuk menjadi freelance writer, kualifikasi yang dibutuhkan apa, bagaimana cara memulai karir sebagai freelance writer, langkah awal apa yang dibutuhkan, enaknya menjadi penulis general apa spesifik, cara menyikapi penolakan (rejection), aspek-aspek hukum, serta bagaimana cara menarik editor/membuat surat pengantar naskah kita. Tak lupa pula Deborah menunjukkan apa plus minusnya menjadi seorang freelance writer. Sementara untuk masalah keuangan (finansial), aku nggak tahu dibahas juga apa nggak karena nggak kelihatan pada daftar isinya.


Buku ini jumlah halaman totalnya hanya sedikit, hanya 90 halaman. Jadi, ada 2 kemungkinan: isinya mungkin langsung straight to the point (daging semua), atau sebaliknya, isinya kurang lengkap/kurang menyeluruh sehingga mungkin kamu tetep nggak paham walaupun udah baca buku ini karena jumlah halamannya yang terlalu sedikit.


Nah, karena yang kubaca cuma sample-nya, kamu bisa pastikan sendiri buku ini masuk kelompok yang mana, dengan membaca buku utuhnya.