06 Januari 2020

Kesalahan-Kesalahan Terkait Seks Di Luar Nikah (Bagian pertama)


Sebagian ingin mencicipi rasanya, sebagian berkata tentang pengorbanan dan harapan, sebagian lain lagi berkata tentang kekhilafan, kebutuhan, keterpaksaan, bahkan kesengajaan. S*ks di luar nikah tampak begitu memiliki daya pikat yang nyata. Ia digambarkan begitu indah oleh iblis agar orang-orang berbondong-bondong melakukannya. Bahkan, s*ks di luar nikah seolah tampak lebih menyenangkan dan menarik dibandingkan s*ks setelah seseorang resmi menikah.

Perilaku s*ks di luar nikah kemungkinan besar berhubungan erat dengan masa lalu kita, terutama saat kita masih kanak-kanak, misalnya:

1.       Bisa jadi ada suatu perkataan atau perbuatan orangtua atau caregiver (pengasuh) atau orang dekat kita (terkait s*ks) yang kemudian menjadi keyakinan (belief) kita,

2.       Adanya trauma masa kecil yang menimpa kita atau orang dekat kita (terkait s*ks) yang membentuk keyakinan (belief) kita,

3.       Paparan hal-hal porno pada usia dini
Paparan hal-hal porno di sini tidak selalu seperti yang dipikirkan orang pada umumnya, seperti video porno. Tetapi bisa juga karena anak pernah mengindra (menonton/mendengar) orangtuanya/orang lain berhubungan s*ksual. Orangtua yang tinggal di rumah yang sempit, kos-kosan, tempat yang dekat dengan lingkungan yang buruk (pelac*ran/orang yang menj*jakan diri), atau tempat lain yang tidak memungkinkan pasangan tersebut berhubungan s*ksual di ruang yang tertutup, terpisah, dan jauh (memiliki privasi) dari orang lain atau anaknya. Atau, bisa juga berhubungan dengan kebiasaan tidur campur antara laki-laki dan perempuan, mandi atau buang air bersama, menonton orang melakukan hal-hal tidak sen*noh, bermain tidak sen*noh (terkait alat kelam*n), dan sebagainya.

Mengindra orang yang gituan saat kita masih usia dini, membuat kita menjadi hipers*ks, alias memiliki kontrol diri rendah, sehingga lebih berpotensi menuju ke zina.

4.       Terjadinya kekerasan (perilaku abusive) sehingga menyebabkan anak mengalami gangguan mental/gangguan psikologis, misalnya kodependensi, kecanduan/adiksi cinta, dan sebagainya.

5.       Mother Hunger
Mother hunger artinya kehilangan sosok ibu di masa kecil. Bukan berarti ibunya meninggal, tetapi dia tidak merasakan kasih sayang ibu seperti yang diharapkannya. Orang yang mengalami mother hunger biasanya cenderung melampiaskan kebutuhannya pada 2, makanan atau cinta. 

Lima hal di atas inilah yang ikut mendukung meningkatnya perilaku s*ks di luar nikah. Mungkin orang melihat korban tersebut bodoh, tetapi karena ada akar dari masa lalunya maka korban itu sendiri bisa jadi merasa sulit untuk lepas. Dia butuh healing/terapi, namun sayangnya tidak semua orang menyadari/mau diterapi/mampu melakukan terapi. Selain itu, keluar dari lingkungan toksik pun tidak selalu mudah.

Nah, sekarang kita menuju pada kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan orang terkait perilaku s*ks di luar nikah.

Kesalahan-kesalahan terkait perilaku s*ks di luar nikah (30 bagian awal):
1. S*ks membuat dia mencintaimu, menyayangimu, atau ada yang memperhatikanmu,

S*ks tidak sama dengan cinta. S*ks pada pria berbeda dengan s*ks pada wanita. Wanita cenderung melakukan s*ks hanya dengan orang yang dicintainya/disukainya, sedangkan pria bisa melakukan s*ks dengan siapa saja. Pernah tidak mendengar ada pria mengatakan, “Rasanya sama saja”, “Yang penting ada lubangnya”, dan semacamnya? Pria bisa nges*ks dengan siapa saja setelah itu ya sudah, seolah tidak terjadi apa-apa. 

Memang, otak pria lebih didominasi oleh s*ks;  s*ks pun menjadi salah satu orientasi pria selain social power (yang umumnya berupa karir/pekerjaan). Namun, karena hormon yang dominan pada pria dan wanita berbeda, efek setelah pria dan wanita berhubungan s*ksual itu berbeda. Wanita akan lebih terikat pada pria, sementara pria tetap biasa saja.

Kesalahan nomer 1 ini umum terjadi pada wanita yang berpikir untuk memikat pria dengan s*ks, agar pria tersebut menjadi pacarnya dan kemudian suaminya. Pria yang hanya mengincar s*ks akan berpura-pura mencintainya, walaupun sejak awal dia tahu dia tidak suka wanita itu. Itu karena wanita melakukan s*ks dengan perasaan, dan hanya bisa/mau melakukannya dengan orang yang dicintainya. Jika Si Pria terang-terangan mengatakan mencari s*ks, tentu saja akan langsung ditolak oleh wanita tersebut.

2.       S*ks membuat dia menikahimu
Jangan mencoba menjebak pria menikah dengan s*ks. Kadang di TV atau film-film kita jumpai cerita seperti itu. Di kehidupan nyata pun juga ada. Namun, sayangnya pria itu tetap tidak akan menikahimu. Dia akan meninggalkanmu. Kalaupun menikahimu, dia biasanya tidak akan memperlakukanmu dengan baik. Kamu akan dianggap tidak ada sedangkan pernikahan kalian hanya dianggap formalitas.

3.       S*ks untuk menentukan kecocokan gaya s*ks atau kehidupan s*ksual kalian (mencari yang kompatibel secara s*ksual)

Jangan melakukan hal ini. Kamu tidak perlu “mencium semua katak” agar bisa menemukan yang cocok.

S*ks adalah salah satu reward yang paling diinginkan pria. Jika kamu sudah memberikannya gratis dan bahkan melakukan segalanya untuk dia, maka buat apa dia menikahimu? Dia sudah bisa mendapatkannya dengan mudah di luar pernikahan, bahkan dengan cepat, hanya dalam beberapa kali kencan mungkin. 

Yang benar adalah pria tersebut harus memenuhi syarat-syarat dulu agar bisa sesuai dengan yang kamu cari, lalu dia harus menikahimu, dan mendapatkan reward tersebut.

4.       Kamu tidak tega melihatnya menderita
Ada pria yang beralasan dia ingin/butuh nges*ks tetapi tidak bisa tersalurkan, entah karena uangnya belum cukup untuk menikah, belum tuntas perceraiannya, sudah lama tidak dapat “jatah” dari istrinya, dll. Dia bilang hal itu membuat kepalanya sakit seperti ditusuk-tusuk. “Mau tidak kamu bantu aku?” pintanya memelas. 

Kalau kamu ketemu pria semacam ini, jangan dituruti. Ingat, berzina itu dosa.

5.       Hidup bersama di luar pernikahan sebagai percobaan
Hidup bersama di luar pernikahan bukanlah pondasi untuk hidup setelah menikah, keduanya berbeda. Bahkan, dari 100 pasangan yang hidup bersama, 40 di antaranya putus sebelum menikah. Sedangkan dari 60 yang menikah, 35 di antaranya bercerai. 

Orang yang hidup bersama tanpa ikatan pernikahan itu statusnya tidak jelas: sendiri tidak, menikah juga tidak. Mereka tidak bisa menjalin hubungan dengan orang lain, tetapi juga tidak bisa menuntut pasangan kumpul kebonya karena bukan pasangan sahnya (belum resmi). Selain itu, mereka tidak mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, tidak diributkan anak, dan tidak melalui audisi untuk menjadi suami/istri. Mereka hanya aktif secara seksual dan tidak mau terikat aturan atau menangani hal-hal yang rumit terkait rumah tangga. Mereka tidak akan bisa membangun keintiman sepenuhnya. Dan mereka belum dewasa, karena tidak mau/tidak berani bertanggungjawab/menerima konsekuensi dari keputusannya jika ia menikah.

6.       S*ks yang hebat membuatmu tidak bisa digantikan oleh siapapun
Seperti sudah saya jelaskan di atas, s*ks tidak sama dengan cinta. Bisa jadi dia terus kembali untuk s*ks denganmu, tetapi cintanya tetap untuk orang lain. Bukalah matamu.

7.       S*ks untuk memaksa ortu menikahkan kalian yang terlanjur berzina atau hamil di luar nikah

Ini adalah keputusan bodoh, jangan mau dibodohi pria dengan alasan demikian. Ortu melarang kalian karena kemungkinan memiliki alasan yang baik. Lagipula, pria yang baik akan menjaga kehormatanmu, bukan malah merenggutnya. Sedangkan pria yang cerdas akan mencari jalan lain yang lebih baik, bukan jalan pintas yang tidak pantas tersebut. 

Ingatlah, rumahtangga itu butuh berbagai keahlian, tidak hanya cinta. Kalau masalah begini saja dia tidak mampu mengatasi, mengapa kamu mempertahankan dia sebagai calonmu?

8.       S*ks untuk mengetes kamu frigid atau tidak

Wanita itu berharga lebih dari sekadar s*ks atau kemampuan beranak saja. Jangan tertipu alasan konyol seperti ini, karena pria yang tepat akan menerimamu seutuhnya dan membersamaimu dalam suka dan duka. Kalau benar kamu frigid sekalipun, kamu bisa ikut terapi psikologis, bukan dengan percobaan semacam ini.

9.       S*ks untuk mengetes kamu bisa punya anak atau tidak
Alasannya sama dengan nomer 8.

10.  S*ks untuk mengetes kamu sudah pernah “dipakai” orang lain atau tidak
Ini malah alasan yang kurang ajar sekali. Kamu juga tidak tahu bukan dia sudah pernah “dipakai” orang lain atau tidak. Wanita itu bukan untuk percobaan. Kita kaum terhormat.

11.  Tidak apa s*ks di luar nikah asal bukan dengan pelac*r.
S*ks di luar nikah itu dosa mengandung banyak keburukan, sehingga dilarang agama dan Tuhan, dan dikategorikan dosa. Jika kamu melakukannya maka kamu menzalimi dirimu sendiri, menempatkan dirimu ke dalam kebinasaan.

12.  Tidak apa s*ks di luar nikah toh sebentar lagi menikah
Nah, ini nih, tidak sabaran. Baru lamaran/pertunangan dan belum menikah sudah “melakukan” duluan. Ini tetap masuk zina ya. Sayang, lho sudah mau nikah saja masih terjerumus yang seperti itu.
Kalau pasanganmu keburu mengajak “begitu” padahal kalian belum menikah, tolak saja, lalu segera putuskan lamaran/pertunangan kalian.

13.  S*ks selalu enak
Alasan ini menjadi salah satu penyebab mengapa orang berzina. Penasaran dengan rasanya yang konon katanya enak. Padahal, tidak selalu begitu. Kamu tidak perlu penasaran, tunggu saja sampai kamu sudah menikah.

14.  S*ks tanda gaul/modern
Alasan ini biasanya terkait dengan penerimaan kelompok. Cek gengmu, jika gengmu seperti ini, berarti kamu berada dalam lingkungan yang tidak baik. Tinggalkan mereka dan carilah lingkungan yang lebih baik.

15.  Percuma kamu sudah pernah diperk*sa atau diz*nai.
Setiap orang bisa berubah dan bertobat. Kehilangan kehormatan bukan berarti kamu harus terus melakukan “itu” dengan sembarang orang. Kamu tidak perlu menuruti/mempedulikan kata-kata orang yang mengolok-olok kamu. Fokus saja untuk bertobat dan memperbaiki diri.

16.  Semua pria hanya berorientasi s*ks
Ini tidak benar. Mungkin keyakinan ini berhubungan dengan masa lalumu, sehingga kamu menarik atau tertarik pada pria yang salah, atau mencari di tempat yang salah. Coba cek dulu dirimu, bagaimana tampilan, suara, tone, cara bicara, dan sebagainya? Barangkali tanpa sengaja kamu bersikap menggoda. Kemudian tanyakan pula pada dirimu, sudahkah kamu menetapkan batas-batas yang jelas dan tegas terhadap pria?

17.  S*ks membuatmu bahagia dan melupakan masalahmu
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang”.
Melakukan s*ks di luar nikah hanya akan membawa keburukan dan menambah masalah dalam hidupmu.

18. S*ks agar dia tidak meninggalkanmu/menetap padamu
Poin ini cenderung berlaku bagi wanita yang mengalami kodependensi atau kecanduan cinta (adiksi cinta). Kamu tidak perlu nges*ks dengannya hanya agar dia memilihmu, tidak meninggalkanmu, atau menetap padamu. Kamu wanita berharga. Kamu layak mendapatkan pria yang baik dan dicintai dengan alasan yang baik dan terhormat.

19.  S*ks sebagai bukti cintamu
Banyak cara yang baik dan benar untuk membuktikan cinta, bukan dengan s*ks.

20. Tidak apa-apa nges*ks asal tidak ketahuan orang lain
Mungkin tidak ketahuan orang lain, tapi akan selalu ketahuan oleh Allah dan malaikat Atid yang bertugas mencatat perbuatan buruk manusia. Ke mana kalian akan sembunyi?

21. Tidak apa-apa nges*ks asal tidak hamil
Ingatlah, ini tentang perbuatan dosanya/zinanya, bukan tentang hamil tidaknya. Kamu nges*ks di luar nikah artinya berani melanggar larangan Tuhan dan kamu pasti akan mendapat murka-Nya.

22.  Tidak apa-apa nges*ks asal tidak ML
Ada orang-orang yang berpikir demikian, namun ketahuilah bahwa mendekati zina itu juga berdosa. Lagipula, pria yang berpengalaman pasti bisa menjebol pertahananmu. Tubuh kita ini terhubung oleh saraf-saraf yang sensitif, jadi walaupun kamu tidak bermain di alat k*lamin, lama-lama kamu akan jatuh juga ke sana.

Tapi di sini intinya lebih pada zina dan mendekati zina sama-sama perbuatan dosa. Jangan lakukan itu.

Baca juga: Jangan Mendekati Zina

23. Tidak apa-apa nges*ks asal suka sama suka
Dosa tetaplah dosa. Tidak peduli suka sama suka atau dengan pacar sekalipun.

24. “Menyelamatkan” orang tercinta
Misalnya, dipaksa melayani Bapak agar Ibu tidak dipukul Bapak. Ini kondisi sulit, tetapi saya yakin orang tercintamu itu tidak menghendaki kamu melakukannya. Berjuanglah semaksimal mungkin dengan orang tercintamu itu agar kamu berdua selamat. Laporkan kepada polisi atau LSM atau organisasi apapun yang bisa membantu kalian. Atau, jika tak mungkin, perjuangkan kehormatanmu walau nyawa taruhannya.

25.  Nges*ks karena butuh biaya
Misalnya untuk biaya kuliah. Jangan sampai ya melakukan ini demi biaya kuliah. Banyak cara mencari rezeki yang halal selain dengan nges*ks ataupun dengan memiliki ijazah pendidikan tinggi. Carilah bantuan dengan cara lain, misalnya melalui Kitabisa.com, pemanfaatan dana zakat, dan sebagainya.

26.  Tidak apa-apa nges*ks karena sudah tujuh belas tahun ke atas
Siapa yang mengajarkan ini? Tidak peduli umur berapapun, kita tidak boleh nges*ks selain dengan pasangan halal kita.

27.  Nges*ks untuk balas budi
Kamu dibohongi. Kamu tidak perlu balas budi dengan cara nges*ks dengannya. Gantilah dengan cara lain yang baik dan benar.

28.  Tidak apa-apa nges*ks karena tubuhmu sendiri
Ini adalah salah satu framing ajaran playboy. Kalau ajaran religius barat mengajarkan tubuhmu seperti kuil, ajaran playboy mengajarkan tubuhmu itu milikmu, suka-suka kamu memperlakukan tubuhmu bagaimana. Jadi, jangan terpengaruh. Justru karena itu tubuhmu, kamu harus menjaganya dengan ekstra ketat dan hati-hati, tidak memberikannya kepada yang tidak halal mendapatkannya.

29.  Tidak apa-apa nges*ks kalau cuma sekali
“Nggak papa kok, cuma sekali, nggak akan hamil.” Begitu alasan pria hidung belang itu. Biarpun cuma sekali tetap bisa hamil lho, jangan salah. Tapi, kita tidak bicara tentang hamil atau tidaknya saja, yang lebih penting di sini adalah itu perbuatan tercela dan jangan dilakukan, baik kamu nantinya hamil ataupun tidak.

30.  Tidak apa-apa nges*ks tapi saat mens
Demi menghindari kehamilan, ada pria yang mungkin berpikir seperti ini. Stop, tetap jangan dilakukan. 

Lanjut ke bagian ke dua, baca di sini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.