28 Desember 2017

Berkat Kanker Ia Menjadi Grand Master of Memory Pertama di Amerika



Berkat Kanker Ia Menjadi Grand Master of Memory Pertama di Amerika
Daya ingat

Kanker membawanya menjadi grand master of memory pertama di Amerika dan membuatnya empat kali meraih juara National Memory Championship di Amerika (American National Memoru Championship). Scott Hagwood namanya, tak mau dunianya menjadi suram karena kanker, ia memutuskan untuk proaktif melawan. 

Berawal dari ditemukannya kanker yang mempengaruhi kelenjar gondoknya, kelenjar itu pun harus diangkat. Tentu saja banyak efek negatif yang akan menyertainya, tetapi yang paling dikhawatirkan Scott adalah tentang ingatannya. Hal itu disebabkan karena kurangnya tiroksin sering mengakibatkan berkurangnya fokus dan konsentrasi, serta kadang menyebabkan daya ingat menurun drastis.

Setelah prosedur pengangkatan kelenjar gondok itu Scott menjalani perawatan tambahan agar kankernya benar-benar hilang, tidak muncul lagi. Perawatan yang dimaksud yaitu dengan menelan iodine radioaktif. Selama itu dia dikurung dalam kamar garis tegak selama 2 hari, dan segala yang disentuhnya akan menjadi bersifat radioaktif. Orang-orang hanya boleh melakukan kontak terbatas dengannya. Sedangkan setelahnya, ia membutuhkan waktu 3 minggu sebelum materi radioaktif di tubuhnya benar-benar lenyap.

Sebagai langkah proaktifnya dalam mengantisipasi penurunan daya ingat, ia mempelajari buku tentang cara meningkatkan daya ingat. Judulnya adalah Use Your Perfect Memory (Gunakan Memori Sempurna Anda) karya Tony Buzan. Buzan telah mengembangkan cara melatih daya ingat menggunakan dek kartu (deck of cards). 

Dengan kondisi yang berbeda dari orang normal, membaca membuatnya sangat lelah secara fisik dan mental, sulit memahami apa yang dibaca, dan mengalami kemampuan verbal yang buruk. Scott menjadi tak mampu berkonsentrasi pada masa kini, namun memori jangka panjangnya masih berfungsi sempurna. Scott tak menyerah, ia terus berlatih. 

Kita mungkin sering berpikir bahwa memori kita payah, menurunnya daya ingat di saat lansia tidak bisa ditolong, dan hal-hal semacam itu. Namun, bila kita memperhatikan Scott yang dengan kondisi khusus saja bisa menjadi grand master memory, seharusnya kita yang normal ini lebih berpotensi darinya. Dengan berlatih keras tentunya. Hasil Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI) dari otak Scott menyatakan: makin sering Anda melatih otak, makin efisien otak dalam memproses informasi. 

Meningkatnya daya ingat tidak hanya baik untuk hafalan, tetapi keterampilan yang Anda kembangkan untuk meningkatkan memori ini juga akan memperbaiki kemampuan Anda di dalam observasi, persepsi, analisis, interpretasi, pemecahan masalah, sistematisasi, manajemen, membuat keputusan, monitoring, inovasi, imajinasi, sintetis, mendengarkan, serta presentasi verbal. Total setidaknya ada 14 hal yang akan membaik seiring dengan membaiknya memori Anda. 

Berkat latihan kerasnya, Scott tidak hanya berhasil mempertahankan ingatannya, tetapi bahkan meningkatkannya. Hingga akhirnya ia menjadi juara di National Memory Championship di Amerika (American National Memory Championship). Otaknya menjadi sangat efisien. Otak itu luar biasa, dan hanya perlu menggunakan 4 bagian dari kapasitasnya untuk mencapai hasil luar biasa.

Penasaran dengan cara kerja otak Scott, ia pun diundang ke dalam acara More than Human pada Januari 2004, sekaligus diteliti cara kerja otaknya. Dr. Maldijan dan Dr. Laurenti kemudian memastikan bahwa kemampuan Scott itu bukan karena genetik, tetapi karena latihan. 

Scott tak hanya berhasil terbebas dari kankernya, tetapi ia juga mendapat bonus berupa kekuatan otak super. Ia pun membagikan tips-tipsnya tentang bagaimana cara meningkatkan daya ingat otak secara alami, serta tes-tes apa saja yang dilalui di kejuaraan yang diikutinya, melalui bukunya yang berjudul Memory Power. Ia meyakinkan kita bahwa perbaikan memori itu merupakan keahlian yang bisa ditransfer, dan kita semua semua sebenarnya bisa menguasainya. Ia pun dulu tak percaya kalau bisa, namun setelah benar-benar mencoba, fakta pun berbicara.

Sumber:
Hagwood, Scott. 2009. Memory Power. Surabaya: Selasar. 

Sumber gambar: Alimustikasari.com

Rencana artikel berikutnya:
Apa kata Scott Hagwood tentang multitasking?