16 Mei 2022

Review Buku "Red Flags! How to Know when You're Dating a Loser"

"Red Flags! How to Know when You're Dating a Loser"

Penulis: Gary S. Aumiller dan Daniel A. Goldfarb


Red Flags! How to Know when You're Dating a Loser


Aku punya ketertarikan tinggi untuk membaca buku-buku tentang relationship, terutama tentang red flags atau deal breakers. Aku membaca semua versi, baik versi pria, versi wanita, maupun versi dangerous people/toxic people/abuser. Tapi, buku-buku yang ditulis oleh pria kuberikan perhatian lebih. Secara aku berpikir yang lebih memahami pria mungkin kaumnya sendiri plus aku kepo sejauh mana mereka paham tentang wanita (apa kata mereka tentang wanita). Ya mungkin ada persamaan-persamaan dari versi pria dengan versi wanita, tapi terkadang ada kejutan-kejutan besar maupun kecil yang tidak kudapati dari versi kaumku sendiri kalau bicara tentang makhluk yang namanya laki-laki.


Buku "Red Flags! How to Know when You're Dating a Loser" ini adalah salah satu buku tentang red flags yang ditulis oleh 2 pria. Amazing juga sih, mereka pria tetapi sangat detail menggambarkan isinya. Mungkinkah mereka tipe melankolis? Atau detail atau tidak detail itu tidak tergantung gender tetapi stigma saja. 


Ini isinya detail banget. Ada 25 red flags berikut contoh kisahnya, penjelasannya, tesnya, dan cara putus/memperbaiki hubungan dengannya (jika bisa). Red flags ini campuran, ada yang bukan cowok baik-baik tapi ada juga yang sekadar tidak perhatian (baik tapi tidak baik sebagai pasangan). Ada yang jelas banget nggak baiknya, tapi ada yang kayaknya baik padahal nggak. 


Dari red flags-red flags ini nggak semua berdiri sendiri, ada yang tumpang tindih dengan buku-buku dari ahli lain, termasuk buku yang ditulis oleh wanita.


Isi buku "Red Flags! How to Know when You're Dating a Loser" meskipun detail tetapi rumit bagiku dan susah kalau harus ingat isinya saat dating beneran/kenalan dengan cowok beneran. Tapi ada patokan utama yang kupegang, yaitu percayai perasaan dan intuisimu dan fokuslah pada cara dia memperlakukan kamu, bukan fokus pada keuangan dia/kamu, imej-mu, atau lainnya. Penulis nggak bilang tentang narsis dan semacamnya sih tapi nasibmu tetep aja akan ngenes baik itu narsis beneran atau bukan.


Buku ini bagus banget dan sangat kurekomendasikan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.