12 Februari 2022

Arti Ilmu yang Bermanfaat

Kamu sering berdoa minta ilmu yang bermanfaat? Sudah tahu belum artinya?


Disclaimer: ini adalah pemahamanku versi ilmu umum dan sebagai orang umum yang merupakan pembelajar.


Aku lagi asyik tiduran, setelah beberapa hari terakhir ini aku membaca buku tentang Naval Ravikant, buku tentang belajar apapun dalam waktu 20 jam, dan belajar serta praktek tentang cara membaca cepat. Tiba-tiba terlintas pemahaman ini.


Kalau bicara tentang ilmu yang bermanfaat, itu masih berhubungan erat dengan manajemen waktu/prioritas/efektivitas dan efisiensi, generasi unggul, dan mengapa orang berilmu dikatakan akan dinaikkan oleh Allah beberapa derajat, serta mengapa orang berilmu dikatakan sebagai orang yang paling takut (berbuat dosa/keburukan). 


Aku pernah bahas pada artikel blogku yang terdahulu (di blog ini juga), tentang 5 hukum Islam (wajib, sunnah, makruh, mubah, dan haram) yang ternyata berhubungan dengan produktivitas. Kalau kamu ingin menjadi orang yang sangat sukses, utamakan yang wajib dan sunnah. Isi mayoritas waktumu dengan kedua hal ini. Sesekali yang mubah juga nggak papa lah ya. 


Nah, sekarang terkait dengan sumber daya. Kita tahu bahwa sumber daya kita itu terbatas, dan orang-orang sukses kebanyakan tahu kalau yang paling berharga itu bukan uang, tetapi waktu. Mereka yang paham ini, menilai dengan waktu dan bukan uang.


Berawal dari membaca sosok Naval Ravikant yang begitu selektif akan segalanya. Trus aku merenung juga, iya juga, begitu banyak ilmu dari sekolah maupun lainnya yang susah-susah kupelajari ternyata nggak berguna dan banyak juga yang lupa. Di sisi lain, ternyata ada orang yang mengatakan kita bisa belajar apapun dalam waktu 20 jam saja, lalu dia mengajarkan tekniknya. Bandingkan sekolah bertahun-tahun dan nggak bisa-bisa vs bisa mahir apapun dalam waktu sekitar 2 minggu saja. Dua minggu ini kita sudah ahli untuk bidang yang kita pilih tersebut dan hanya pada bagian yang kita butuhkan. Kamu nggak perlu sangat ahli untuk segalanya. Just learning with purpose. 


Nah, ketika aku belajar tentang membaca cepat, aku yang sering-seringnya membaca urut dari awal sampai akhir, ternyata kemudian menemukan teknik skimming, scanning, dan lain-lain (nyari bagian yang penting/yang dibutuhkan aja). Selain itu, buku lain juga mengajarkan membaca sesuai prioritas: urut dari yang terpenting dulu, lalu yang moderat, baru yang kurang penting. Lagi-lagi tentang reading with purpose atau smart reading.


Itu arti ilmu yang bermanfaat juga, tidak sebatas mengamalkan atau mengajarkan, tetapi selektif terhadap ilmu itu sendiri. 


Semua hal juga harus kita perlakukan begitu, harus sangat selektif seperti yang dicontohkan oleh Naval Ravikant: selektif terhadap orang-orang, pekerjaan, pindah kota apa nggak, dan segalanya, dan itu semua membutuhkan juga kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat. Untuk membuat keputusan yang tepat (yang baik dan benar), kita butuh clarity/kejernihan dalam berpikir. Kalau tentang m*ras dan n*rkoba udah nggak usah diomong lagi ya pasti merusak kejernihan pikiran. Tapi ada juga makanan yang tidak thoyyib atau perilaku makan tertentu (yang buruk) yang juga dapat mengganggu kejernihanmu dalam berpikir. Di luar itu semua, muter lagi ke bagian awal, untuk meraih kejernihan berpikir itu juga butuh ilmu. Maka kita kembali ke bahasan ilmu yang bermanfaat tadi. Ilmu itu buanyak banget. Jadilah super selektif dengan hanya memilih yang bermanfaat. Gitu ya.


Semoga bermanfaat dan bisa dipahami.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.