10 September 2019

Pentingnya Website Pribadi bagi Penulis sebagai Pengusaha


Pentingnya Website Pribadi bagi Penulis sebagai Pengusaha
Penulis (gambar pribadi)

Penulis sebagai pengusaha

Beberapa waktu lalu saya baru menyadari bahwa penulis seperti saya termasuk ke dalam kelompok pengusaha. Tadinya saya lebih suka menyebut diri sebagai penulis independen. Saya tidak setuju dikatakan part time karena ini bukan pekerjaan sambilan, tetapi juga tidak full time seperti kantoran. Apalagi jika dikatakan pengangguran hanya karena saya tidak bekerja berjam-jam berturut-turut dalam waktu yang tetap di luar rumah, meskipun ada juga yang menggolongkannya demikian. Jadi, saya mendefinisikan sendiri pekerjaan saya sebagai penulis independen. Dan ternyata bisa masuk juga ke dalam kelompok pengusaha.

Tiga jualan utama seorang penulis

Jika Anda memiliki keahlian menulis, terdapat beberapa cabang pekerjaan yang bisa dipilih. Namun, secara garis besar seorang penulis memiliki 3 jualan utama, yaitu:
1.     Menjual buku atau tulisan,
2.    Menjual jasa/pelatihan, dan
3.    Menjual/menyewakan ruangan pada website atau blognya.

Pentingnya website bagi penulis

Pentingnya Website Pribadi bagi Penulis sebagai Pengusaha
Media sosial
Sumber: Maxmanroe.com

Bila Anda memilih bekerja sebagai pengusaha, keberadaan website dapat membantu. Ia ibarat rumah maya kita, tempat orang-orang meneropong rumah atau kantor kita dari jauh. 

Kehadiran website tidak bisa dipandang remeh. Ia bisa menciptakan kesan awal yang nantinya dapat mempengaruhi klien/customer untuk membeli barang dan jasa kita atau tidak.

Di dalam kehidupan nyata (offline) rumah termasuk ke dalam salah satu kebutuhan primer. Dalam dunia maya, websitelah yang menggantikan perannya. Mereka yang memiliki website dan kantor nyata untuk usahanya lebih dipercaya daripada yang memiliki kantor saja. Jika kita memiliki website, orang akan tahu oh di situ kantor kita, lalu mereka akan mudah menemukan kita. 

Bisa saja sih kita berjualan atau melakukan promosi di medsos seperti Facebook, Twitter, atau Instagram, tetapi akan tampak kurang profesional. Sesuai namanya, medsos adalah media sosial, bukan media bisnis utama. 

Sementara itu, jika kita memilih berjualan di tempat-tempat bisnis bersama seperti e-commerce atau website kumpulan penjual jasa, kita akan bersaing dengan penjual barang atau jasa lainnya. Persaingan menjadi semakin sulit, di samping juga membuat pengunjung mudah terdistraksi (terganggu/teralihkan fokus perhatiannya). Dari yang tadinya mau membeli pada kita, jadi membeli pada orang lain. Dari yang tadinya mau membeli produk atau jasa kita, akhirnya membeli produk atau jasa lain.

Miliki website pribadi

Pentingnya Website Pribadi bagi Penulis sebagai Pengusaha
Website
Sumber: telegraph.co.uk
Adanya website pribadi membuat perhatian pengunjung lebih terfokus pada kita. Saat kita mengoptimalkannya, maka khusus website kita sendiri yang akan melesat, bukan website kumpulan penjual barang atau jasa. 

Di situ kita bisa mengoptimalkan segalanya, misalnya dengan cara branding diri agar lebih dekat dengan pembaca, mempercantik desain dan tampilan, meningkatkan ranking di mesin pencari (SEO), atau lainnya.

Selain itu, jika mau, website ini juga bisa mencakup tiga jualan utama penulis sekaligus, terutama menjual buku/tulisan dan jasa/pelatihan. Para penulis sukses luar negeri pun melakukan strategi ini. Mereka mengintegrasikan semua media sosialnya dengan email, Youtube, podcast, dan website pribadinya. Apapun media penyerta yang mereka miliki, mereka pasti memiliki website pribadi.

Karena seperti yang saya katakan tadi, website pribadi itu ibarat rumah kita. Isinya, tulisannya, cara menulisnya, penataan dan desainnya, kecepatan akses (loading), dan segala yang terkait dengannya akan mencerminkan segala hal tentang kita: apakah kita profesional, apakah kita rapi, apakah kita terencana, apa keahlian atau minat kita, dan sebagainya. Orang akan menilai kita dari sana, sebelum memutuskan untuk membeli produk atau jasa kita atau mengadakan kerjasama.

Keuntungan lain yang bisa diperoleh adalah website pribadi memungkinkan kita menjual hasil karya sendiri tanpa harus kehilangan persentase besar karena distributor. Intinya, website pribadi dapat memotong jalur distribusi. Ia membuat kehadiran penerbit atau distributor hanya menjadi sebuah opsi.

Lebih baik menggunakan website berbayar

Bila memungkinkan, gunakanlah website yang berbayar. Website yang seperti ini akan memberikan keuntungan lebih bagi penulis. Fitur-fitur yang tersedia di dalamnya memudahkan kita menggunakannya untuk mendukung penjualan barang/jasa kita. Kita tidak perlu ahli dalam membuat website atau template sendiri, tinggal memakainya saja. Termasuk untuk menambahkan karya seni (produk) baru dan mengintegrasikannya ke berbagai media sosial.

Tulisan dan buku kita adalah bagian dari seni, dan menjual seni itu berbeda dengan menjual produk lain. Ia membutuhkan seni tersendiri. Sebagai seorang seniman, tampilan website kita juga dituntut untuk nyeni. Templatenya harus sesuai, kemudian karena kita penulis maka tulisan kita pada website tersebut juga harus mencerminkan tentang kemahiran menulis. Pasanglah gambar terbaik terkait dengan buku, tulisan, atau jasa kita di sana lalu tambahkan deskripsi yang menarik padanya. Kemudian, jangan lupa untuk membubuhkan harga yang sepantasnya.

Nah, karena ini merupakan jualan, kita membutuhkan fitur pemesanan, pembayaran, dan pengiriman juga pada website. Kemudahan di dalam pembayaran dan pengiriman merupakan faktor yang tidak bisa dianggap remeh. Seperti pengalaman saya pribadi, jika opsi pembayarannya hanya melalui kartu kredit maka saya akan batal berbelanja/bertransaksi.

Terakhir, pilihlah tempat penyedia hosting dan domain yang tepat. Sembari menjual produk atau jasa kita melalui offline, kita bisa mendukung penjualannya melalui online dengan adanya website tersebut.