24 Oktober 2020

Manfaat Salam Ala Islam dalam Online Dating



Mengucapkan salam mengandung banyak hikmah dan manfaat. Di antaranya karena memuat doa di dalamnya dan bisa membuat sesama muslim saling berkasih sayang (memperkuat rasa kasih sayang di antara mereka). Semakin panjang/lengkap salamnya, semakin banyak doanya. Yang artinya, semakin banyak kebaikan yang akan diterima oleh kedua belah pihak tersebut: yang mendahului mengucap salam dan yang menjawab salam itu. Ganjaran itu otomatis karena menjawab salam wajib hukumnya dan menjawab salam dengan lebih panjang/lebih baik sangat diutamakan. 




Sayangnya, dewasa ini menyebarkan salam semakin dianggap kuno, kaku, tidak gaul, dan boring alias membosankan. Suatu basa-basi yang basi banget. Mending langsung menyapa dengan "Hai", atau bahkan langsung masuk ke pokok pembicaraan, misalnya: 

"Mbak, kamu besok gini gitu, nggak?"

"Gimana kabarmu, Dik?"

dan sebagainya.

Jadi, salam itu sudah mulai luntur. Orang Islam sendiri malu menerapkan salam sebagai bagian dari ajaran agamanya.
Saya pribadi bahkan pernah dikenali seseorang hanya karena sayalah satu-satunya yang memulai chat dengannya dengan mengucap salam.

Yang lebih menarik lagi, saya menemukan manfaat khusus salam bagi dunia perkencanan/percintaan (dating, terutama online dating). Urusan asmaramu bisa  teridentifikasi dengan lebih jelas dan kamu bisa lebih selamat kalau memperhatikan panduan-panduan salam di bawah ini:

1. Calon/lawan jenis menyapamu tanpa mengucap salam.

Artinya:

a. Dia memang tidak biasa mengucap salam dalam keseharian (tidak mengamalkan),

b. Dia kurang berprinsip, malu dianggap berbeda dari yang lain, takut dianggap nggak asyik, mudah terpengaruh sekitar,

c. Dia non muslim,

d. Dia orang yang error (tidak baik),
 
e. Dia menganggap "Assalaamu'alaikum" hanyalah salam untuk Arab. Dia lebih suka memakai "Good morning", "Selamat pagi", atau lainnya.




2. Lawan jenis tidak mau menjawab salammu

Artinya:

a. Dia tidak tahu bahwa menjawab salam wajib hukumnya (ilmu agamanya kurang),

b. Dia sengaja melanggar/mengabaikan meskipun tahu hukum dari menjawab salam.
Poin ini terutama jika dia balas pesanmu dengan langsung bercakap-cakap denganmu. Hanya saja dia tidak menjawab bagian pembukanya (tidak menjawab salammu).

c. Dia non muslim

d. Dia tidak tertarik padamu

e. Pria error/bukan pria baik-baik


3. Lawan jenis salah dalam mengucap atau menjawab salam

Artinya:

a. Ilmu agamanya kurang baik,
b. Dia sengaja mengolok-olok,
c. Dia meremehkan pentingnya salam/kebaikan dari salam itu sendiri
d. Dia orang yang selebor/sembrono/ceroboh, atau tergesa-gesa



4. Lawan jenis mengucap atau menjawab salam dengan singkat atau asal-asalan,

Artinya:
Bisa jadi dia pemalas, nggak niat, aslinya nggak biasa salam/terpaksa, sedang sibuk, tergesa-gesa, meremehkan pentingnya salam, atau sekadar untuk kepraktisan.

Saya pribadi tidak terlalu mempermasalahkan (kadang saya juga melakukannya), sepanjang singkatannya benar atau artinya tidak melenceng, tetapi tetap saya perhatikan/amati.

Kan ada tuh salam yang artinya jadi melenceng, misalnya singkatan "Askum", yang artinya celakalah kamu. Nggak jadi dapat doa baik, malah dapat doa buruk.
 

 

5. Jika lawan jenis menyapamu tanpa didahului salam lalu misal kamu ingatkan agar salam dulu tiap hubungi kamu, reaksinya akan terbagi menjadi:

a. Menghilang untuk selamanya,

b. Menghilang sementara lalu muncul lagi dan tetap meneruskan kebiasaannya tanpa salam,

c. Menjawab yang nggak nyambung (ngomong sendiri yang nggak jelas). Kalau di online dating dia ini robot/bot. Jadi, di dunia kencan online itu nggak semuanya orang, ada yang robot/mesin.

d. Menerima dan menjawab dengan woles. Misalnya: "Iya". Tapi tetap tak mau menjawab salam. Langsung melanjutkan percakapan berupa apa saja, yang jelas bukan "Wa'alaikumsalam".

e. Ngeles/mengelak/beralasan sudah menjawabnya tanpa ditulis (menjawab dalam hati atau menjawab dengan lisan), yang mana kamu nggak akan tahu dan nggak akan bisa membuktikan dia menjawab beneran apa nggak.



f. Menerima saranmu tapi hanya saat itu. Saat itu dia akan menjawab salam, tetapi lain kali dia menghubungimu lagi kamu harus tetap mengingatkannya berkali-kali,

g. Menerima diingatkan lalu setelahnya berubah permanen. Dia akan memperhatikan salam setiap berinteraksi denganmu.
Ini adalah indikasi awal lawan jenis yang tidak keras hati, mau diingatkan dan mau memperbaiki diri.

h. Bereaksi negatif (abusive), misalnya ngomel-ngomel, menghina, menyerang, berucap kasar, dan sebagainya. 

6. Lawan jenis menyapamu dengan salam, tetapi tidak sinkron dengan foto profilnya, isi profilnya, ucapan/tindakannya (akhlaknya) padamu, ibadahnya, dan lain-lain.

Artinya: pencitraan. Jadi dia itu hendak mengesankan baik, padahal aslinya bukan orang baik-baik. 

Seorang playboy/player pernah keceplosan membocorkan rahasianya, "Saya punya seperangkat alat untuk menaklukkan wanita target saya. Jadi, saya sesuaikan, kalau mau mengincar wanita jenis ini saya gunakan cara yang ini, kalau mau mengincar wanita jenis itu saya gunakan cara yang itu."

Begitu.


Tampaknya sederhana ya, salam doang. Tetapi dari salam kamu bisa menyaring lebih lanjut siapa-siapa yang hendak kamu kenali lebih dalam, siapa-siapa yang kamu beri kesempatan untuk menuju tahap selanjutnya, termasuk siapa-siapa yang abusive/berpotensi abusive dan horor.

Ini adalah manfaat sampingan dari salam dalam dunia percintaan/asmara.

Jadi, biasakanlah untuk mengucapkan salam:

Assalaamu'alaikum
Assalaamu'alaikum wa rahmatullah
Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuh

Dan biasakan pula untuk menjawab salam:

Wa'alaikumsalam
Wa'alaikumsalam wa rahmatullah
Wa'alaikumsalam wa rahmatullaahi wa barakaatuh.

Ada pahalanya, ada doa kebaikannya, ada juga manfaat sampingannya. Mengapa tidak diamalkan? Mengapa malu? Seharusnya kita malah bangga dan merasa beruntung dengan adanya salam ini.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.