01 September 2017

Film Selebgram, ketika “Kematian” Memberinya Solusi Tak Terduga



Mendadak Selebgram, ketika “Kematian” Memberinya Solusi Tak Terduga
Selebgram
Sumber: Showbiz.liputan6.com

Film Selebgram, membaca judulnya saja kita bisa tahu kalau ide cerita film ini sangat kekinian. Dengan dibintangi oleh Aldi CJR (Kamal), Billa Barbie (Mila), Ria Ricis (Sherly), dan Syifa Hadju (Cello); film ini sukses membuat tiket nonton bareng pemainnya ludes terjual. 

Cerita yang diangkat dalam Selebgram adalah tentang Kamal yang berjuang mati-matian untuk melunasi utang bapaknya (Donald). Settingnya di sekitar laut, tetapi menurut saya agak janggal karena Donald bukanlah nelayan. Ia seorang pengusaha properti yang akhirnya terjerat utang karena usahanya bangkrut, lalu suka berjudi dan main perempuan. 

Sebagai anak yang baik, Kamal ingin membantu bapaknya. Cara yang ditempuh adalah dengan mencoba menjadi selebgram. Namun, apa daya followernya hanya sedikit. Malang tak bisa ditolak, pada saat utang Donald sudah jatuh tempo, segerombolan anak buah Danutirta datang menagih. Di sini dibumbui beberapa upaya kelucuan yang gagal untuk membuat tertawa. Baik ketika Kamal menembus tembok, tukang jahit berhelm di pinggir jalan, tukang ikan, maupun kelucuan-kelucuan lain. Kelucuan yang berlebihan (terkesan dipaksakan) tetapi tetap tidak lucu dan terlihat aneh. Sebagai film komedi, unsur komedi di dalamnya masih memerlukan banyak perbaikan.

Mendadak Selebgram, ketika “Kematian” Memberinya Solusi Tak Terduga
Sumber: Id.bookmyshow.com

Kemudian ada sesuatu yang membuat saya terkejut. Yaitu momen ketika Kamal putus asa akan utang bapaknya. Saat itu Donald menghampiri dan berkata, “Ada 2 keuntungan dari kegagalan. Pertama, jika kamu gagal, kamu belajar menemukan apa yang tidak pernah bekerja di dalam dirimu. Ke dua, kegagalan memberi peluang mencoba jalan lain.” Tampak bahwa Kamal manggut-manggut dan langsung bersemangat setelah mendengarnya. Saya pikir Kamal mendapat solusi pekerjaan apa gitu, eh ternyata malah berpikir untuk bunuh diri demi uang asuransi.

Pada titik ini serangkaian adegannya terlihat sangat dramatis. Dimulai dari Kamal yang menceburkan diri ke laut, Mila yang membatalkan pernikahan, sampai dengan kesedihan bapaknya semua itu feel-nya dapat banget. Terlebih, ada sindiran tersirat juga yang relevan untuk masa sekarang, yang sedikit-sedikit diabadikan dan dibagikan ke media sosial. Tampak lucu, namun memang ada orang yang sebelum mati pun mengabadikan detik-detik kematiannya. Meski demikian, saya tidak mengerti, kalau memang Kamal ingin kematiannya dianggap kecelakaan demi mendapat asuransi, mengapa malah direkam dan dibagikan ke Instagram? Viral lagi. Malah terlihat jelas jadinya kalau itu bukan kecelakaan, tetapi bunuh diri. Kemudian, setelah peristiwa tersebut, mengapa anak buah Danutirta seolah berhenti menagih? Padahal belum mendapatkan uang asuransinya. Mengapa tidak kembali menagih pada Donald? Malah seperti teralihkan fokusnya pada Kamal. 

Mendadak Selebgram, ketika “Kematian” Memberinya Solusi Tak Terduga
 Pemain film Selebgram
Sumber: Bintang.com

Film ini alurnya cukup baik, meski diwarnai dengan beberapa keganjilan. Keganjilan tersebut misalnya pada kaburnya Mila yang kemudian menetap di rumah Donald, padahal Donald tinggal sendirian (tidak diceritakan ada orang lain/istrinya). Keganjilan lain adalah ketika Harun, Boris, dan Danutirta percaya kalau Kamal adalah orang kaya dengan bukti hanya selembar kertas. Lalu ada pula adegan ketika Bahar mengenali punggung Kamal dan bertemu dengan Boris. Kata Bahar dirinya tidak mengenal Kamal, hanya mengenal bapaknya. Tetapi, mengapa ketika penggerebekan di rumah Donald dan Kamal kabur, Bahar langsung bisa tahu siapa Kamal di dalam pengejarannya.

Selain adanya keganjilan-keganjilan di atas, alur yang cukup baik ini juga tidak didukung dengan akting tokohnya. Sebagian besar tokohnya saya pandang kurang baik di dalam memainkan perannya. Apalagi, ada juga peran tempelan, yaitu ibu Cello. Dia hanya nampang dan tidak berfungsi apa-apa. Namun, saya menyukai akting Cello dan Sherly. Mereka terlihat sangat ekspresif dan menjiwai.

Feel kembali diperoleh saat Kamal menyatakan cinta pada Cello. Akting Cello sangat baik, malu-malunya itu dapat banget. Meski sesaat setelahnya tiba-tiba keromantisan berubah menjadi adegan sadis, yaitu dicelupkannya wajah Kamal ke air oleh Danutirta. Sangat sadis, tapi sisi mengejutkannya dapat. Kemudian, feel terakhir yang saya rasakan adalah pada waktu pernikahan Kamal dan Cello. Terutama pada waktu adegan Cello dan Mila sama-sama bersedia mengikhlaskan Kamal. Lagi-lagi Cello yang berakting dengan sangat baik.

Secara keseluruhan, Selebgram merupakan film yang ringan dan menghibur. Menjual mimpi dan fantasi yang indah tetapi itu yang membuat saya suka, akhir yang bahagia (happy ending). Sebenarnya ide ceritanya sudah umum dan lumayan mudah ditebak, tetapi tetap mengandung kebaruan dan modifikasi. Hal itulah yang membuatnya masih enak untuk dinikmati.

Sejauh ini saya belum mengetahui festival apa saja yang pernah diikuti oleh Selebgram atau penghargaan apa saja yang telah diperoleh. Tetapi menurut saya film ini sudah cukup bagus. Di tengah dunia perfilman yang banyak didominasi oleh adaptasi dari novel, Selebgram berani tampil beda (Film ini bukan adaptasi dari novel, kan? Atau saya yang tidak tahu?). 

Mendadak Selebgram, ketika “Kematian” Memberinya Solusi Tak Terduga
 Aldi CJR sebagai Kamal
Sumber: Hiburan.inilah.com

Kamal, si tokoh utama, tidak hanya selamat dari kematian, malahan dia mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda. Sudah utang bapaknya terlunasi, menikah dengan pujaan hati, dan yang lebih unik lagi, video bunuh dirinya menjadi viral. Itulah awal dia berhasil menjadi selebgram yang sesungguhnya. Followernya menjadi jutaan dan keinginannya untuk mendapat endorse pun tercapai. 

Namun, bagaimanapun juga, di dalam film Selebgram ini juga terdapat adegan bunuh diri, kekerasan, tinggal serumah dengan orang yang bukan mahram, dan pernikahan tanpa restu dari orangtua. Perlu dikomunikasikan sebaik mungkin kepada penonton agar tidak meniru atau memandang baik adegan tersebut. 



"Tulisan ini diikutsertakan ke dalam lomba penulisan kritik film Apresiasi Film Indonesia 2017"