30 Agustus 2022

Review Buku "How Not to Worry"

 



"How Not to Worry," the remarkable truth of how a small change can help you stress less and enjoy life more

Penulis: Paul McGee


Siapa nama superhero yang galau? Ultraman jawabnya. Ultraman galau. Galau brutal. Galau brutal artinya galau banget. Dia bingung gimana caranya biar nggak galau tapi juga pengen memperingati hari galau sedunia 2022. Dia main tebak masa lalu, ngikut tes trauma masa lalu dan tes mental health, nyari lagu galau terbaru 2022, ngarang kata-kata galau yang aesthetic, sampai dengan mantau twitter ukhti galau eh lha kok tambah galau. Padahal sudah ekspresif juga. Ekspresif adalah menunjukkan perasaan atau kondisi yang sebenarnya. Galaunya kok tak ingin usai sepertinya. Kamu pernah ngalamin galau alias worry kayak ultramen galau tadi? Coba deh intip buku "How not to worry" ini sambil jangan lupa berpasrah diri kepada Allah.


Buku "How not to worry" adalah buku yang perspektifnya kusukai. Penulis menyoroti kekhawatiran tidak hanya sebagai sesuatu yang negatif, tetapi juga positif, tergantung alasan dan jenis kekhawatirannya. Biasanya khawatir terjadi karena tantangan perubahan dan ketidakpastian.


Ada banyak hal yang membuat seseorang itu khawatir. Ada kekhawatiran yang baik/positif dan ada yang buruk/negatif. Kamu harus bisa membedakannya dan mengetahui kapan, di mana, atau pada kondisi apa kamu itu khawatir. Penulis menjelaskannya di dalam buku ini, termasuk bagaimana cara-cara membuat perasaanmu lebih baik melalui perbaikan internal (diri sendiri), maupun eksternal (faktor luar/lingkungan), atau bahkan mengatasi akar masalah penyebab kekhawatiran itu. 


Tak lupa penulis juga menyisipkan bahasan tentang otak rasional dan otak emosional serta kesalahan-kesalahan pemikiran yang mungkin kamu lakukan.


Pada akhirnya, kamu disuruh untuk menerapkan apa yang kamu tahu untuk kekhawatiranmu yang berulang, jika berulang lagi di masa depan respon berbeda apa yang akan kamu lakukan.


Buku "How not to worry" ini tampilannya enak dibaca. Antara kalimat yang satu dengan yang lain tidak harus ditulis langsung bersambungan. Ada yang 1 baris 1 kalimat, ada juga yang 1 baris lebih dari 1 kalimat, dan panjang-pendek kalimatnya itu cukup enak dibaca. Penerbit nggak merasa perlu untuk memenuhi ruang kertas dari ujung kanan hingga ujung kiri. Nggak pelit ruang. Selain itu, ada bubble talk besar (bubble yang di komik-komik biasa dibuat sebagai tempat ucapan) di tengah-tengah halaman untuk menyoroti poin-poin inti di sana, serta rangkuman pada setiap akhir bahasan.


Bagus tapi secara isi bagi saya tidak terlalu baru. Sudah tahu jadi lebih sebagai pengingat saja. Namun, bagi orang lain bisa saja berbeda.


Recommended.